Breaking: Rudal Iran Berhasil Hantam Kilang Minyak Terbesar Israel di Haifa

Ledakan dan kebakaran besar terjadi di Kilang Minyak Bazan (Oil Refineries Ltd) di Haifa, Israel utara, pada Senin 30 Maret 2026. Serangan rudal dari Iran dan roket dari Hezbollah Lebanon ini menimbulkan asap hitam tebal yang terlihat jelas dari berbagai titik di kota tersebut. Ini menjadi serangan kedua terhadap fasilitas strategis yang sama dalam waktu kurang dari dua minggu.

Menurut laporan media Israel seperti The Times of Israel dan Channel 12, kebakaran dipicu oleh debris rudal yang dicegat sistem pertahanan udara Iron Dome, meski ada klaim dari pihak Iran bahwa rudal balistik mereka berhasil mencapai target. Api menyambar bangunan industri dan tangki bahan bakar di kompleks kilang. Tim pemadam kebakaran Israel berhasil mengendalikan api dalam waktu beberapa jam. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, dan tidak ada risiko bahan berbahaya yang bocor ke lingkungan umum.

Kilang Haifa merupakan kilang minyak terbesar di Israel dengan kapasitas produksi sekitar 197.000 barel minyak mentah per hari (sekitar 9,8 juta ton per tahun). Fasilitas ini memasok 50–60 persen kebutuhan bahan bakar nasional Israel, termasuk sekitar 60 persen diesel, 50 persen bensin, serta sebagian besar bahan bakar penerbangan dan kebutuhan militer. Israel hanya memiliki dua kilang utama: Haifa dan Ashdod (kapasitas lebih kecil sekitar 100.000–104.000 barel/hari).

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi perang AS-Israel versus Iran yang sudah memasuki minggu kelima. Iran dan Hezbollah meluncurkan gelombang rudal dan roket ke wilayah utara Israel pada siang hingga sore waktu setempat (sekitar pukul 10.00–13.00 WIB, Senin 30 Maret 2026). Serangan serupa sebelumnya pada 19 Maret 2026 juga menyebabkan kerusakan terbatas pada infrastruktur listrik dan pipa di lokasi yang sama.

Menteri Energi Israel Eli Cohen menyatakan bahwa kerusakan bersifat minor dan tidak mengganggu produksi serta pasokan bahan bakar nasional. “Tidak ada yang terluka, dan serangan tidak mengenai fasilitas produksi utama,” ujarnya. Bazan Group mengonfirmasi api sudah terkendali dan operasional akan kembali normal dalam waktu dekat.

Kejadian ini langsung memicu kekhawatiran pasar global. Harga minyak mentah dunia sempat melonjak karena risiko gangguan pasokan energi di Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz. Analis memperingatkan bahwa serangan berulang terhadap infrastruktur energi bisa memperpanjang konflik dan memicu eskalasi lebih lanjut, termasuk tekanan pada Presiden AS Donald Trump untuk merespons.

Video CCTV dan rekaman warga yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api dan asap mengepul dari area kilang. Pihak Israel menyebut serangan ini sebagai bukti bahwa Iran dan sekutunya terus menargetkan aset sipil dan ekonomi, sementara Tehran mengklaim serangan sebagai balasan atas serangan Israel-AS terhadap fasilitas energi Iran.

Situasi di Haifa dan sekitarnya masih tegang dengan sirene peringatan yang sesekali berbunyi. Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan kerusakan permanen yang signifikan pada kapasitas produksi kilang. Namun, insiden ini menegaskan kerentanan infrastruktur energi Israel di tengah perang yang semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar