BACA DATA INI… Zaman SI CUNGKRING lucknut bener-bener amburadul nyungsep

Baru tercerahkan…

Kenapa ekonomi bertumbuh tapi rakyat tetap melarat.

👇👇

Saatnya kita semua tahu

Wahai netizen sebangsa dan setanah air. Tulisan ini penting sekali, jadi jika kalian mau baca, harap baca detail, dan kemudian renungkan.

Saya akan meminjam infografis yg dibuat oleh LPEM FEB UI, dengan data resmi dari BPS. Gambar ini powerful.

Silahkan perhatikan gambar.

Apa sih maksudnya?

Tabel tsb adalah pertumbuhan ekonomi vs pertumbuhan upah ril. Yang dipecah menjadi 3 periode, per delapan tahun. Warna cokelat itu upah riil, warna oranye muda itu pertumbuhan ekonomi.

Maka berikut hal menarik dari data ini:

  1. Adalah benar, Indonesia itu memang tumbuh ekonominya. 2000-2007, tumbuh rata2 5%. Periode 2008-2016 tumbuh 5,6%. Periode 2017-2024 tumbuh 4%. Dibanding negara2 lain, pertumbuhan ini masih oke.
  2. Tapi ada yang sangat menyedihkan. Banget. Periode 2000-2007, pertumbuhan ekonomi berhasil mengungkit pertumbuhan upah riil 4%, periode berikutnya lebih besar lagi, 6,3% (lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi), tapi delapan tahun terakhir, upah riil hanya tumbuh 0,6% saja.
  3. Maka, siapa sebenarnya yang menikmati pertumbuhan ekonomi selama 8 tahun terakhir? SIAPA? Jika upah riil masyarakt hanya merangkak 0,6%.
  4. Implikasi dari pertumbuhan upah riil yg rendah, maka beban hidup masyarakat jelas bertambah. Harga2 naik. BBM, sembako, SPP, UKT, iuran ini, iuran itu, bahkan PPN pun naik. Versus upah riil yg naik 0,6% delapan tahun terakhir.
  5. Keluarga kalian semua bisa merasakannya tanpa harus lihat data2 ini. Berapa kali gaji naik delapan tahun terakhir? Cukup naiknya? Apakah kualitas kehidupan keluarga kalian bertambah?
  6. Bagi yang karirnya naik, promosi, tentu kenaikan upah riilnya berbeda. Gajinya akan naik eksponensial. Masalahnya, mayoritas penduduk adalah pegawai, buruh, karyawan biasa. Satu2nya harapan adalah kenaikan upah setiap tahun.
  7. Pada akhirnya, kita selalu bangga menjadi anggota G20, bla bla bla. Kita juga selalu bangga bilang ekonomi terus tumbuh. Tapi izinkan sy bertanya, dan mari merenung: siapa sih yang menikmati pertumbuhan ekonomi ini?

Buat apa Indonesia itu jadi ekonomi besar dunia, jika ternyata yg menikmatinya segelintir orang saja.

Dan sedihnya itu semua adalah nasib ‘kita’.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *