Amerika Serikat membombardir Iran 8 malam berturut-turut. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut sebagian dilakukan sebagai respons atas tewasnya dua prajurit Amerika dalam serangan Iran di Yordania.
Komando Pusat AS (US CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi intensif ini bertujuan untuk melumpuhkan infrastruktur militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Detail Kronologi dan Dampak Serangan
- Pemicu Utama: Dua tentara AS tewas, satu hilang (missing in action), dan empat lainnya terluka akibat hantaman rudal balistik serta drone Iran di sebuah pangkalan militer AS di Yordania.
- Target Operasi AS: Jet tempur dan kapal perang AS membombardir situs pengawasan, gudang senjata bawah tanah, jembatan, rel kereta api, serta fasilitas logistik untuk memutus rute pasokan menuju kota pelabuhan Bandar Abbas.
- Dampak Konflik: Kementerian Kesehatan Iran melaporkan sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka sejak ketegangan kembali memuncak.
Respons dan Eskalasi Regional
- Pembatalan Gencatan Senjata: Pemerintah Iran secara resmi menangguhkan komitmennya terhadap nota kesepahaman (MoU) damai yang sempat ditandatangani bulan lalu, menganggap tanda tangan Presiden Donald Trump “tidak bernilai”.
- Ancaman Balasan: Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memperingatkan bahwa mereka telah menyiapkan “pelajaran yang tidak akan dilupakan” bagi Amerika Serikat.
- Serangan Balik Wilayah Teluk: Iran membalas dengan menghujani wilayah sekutu AS. Pangkalan militer dan infrastruktur energi di Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania menjadi target serangan drone serta rudal balistik IRGC.
- Dampak Ekonomi Global: Pertempuran sengit berebut kendali di Selat Hormuz menyebabkan lalu lintas kapal tanker minyak mentah anjlok drastis dan memicu lonjakan harga energi di pasar internasional.
Menyusul situasi yang kian tidak terkendali ini, Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan global (worldwide caution) yang meminta seluruh warga negara Amerika di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan.







ga mihak gapapa kan, saya mau nonton sambil makan popcorn aja soalnya makin seru
@?.. gpp bang.. sila nonton sambil makan popcorn..!!
jaman dulu qt punya pejuang jg.. satu sisi dikata “mujahidin” disisi lain dikata “pemberontak”..
kmungkinannya sama.. abang jg bakal nonton sambil makan popcorn..!!
coz mnurut abang.. “memberontak” itu salah.. menjajah itu jg salah..
🤭😁😂🤣
ga mihak tapi suka nyonyorin Iran…
itu artinya lu mihak sebelah, alias ASu…
GOBLOK lu…
L.O.L
udah bunuh byk ummat muslim kok gak ngerasa apa2
baru dua tentaranya modar aja ngamuk 🤭
iran pernah merasa gak ttg kebiadabannya di suriah? jadi kita cukup nyimak aja ada preman saling baku hantam
@?.. abang prnah merasa ga.. yg ad d Suriah itu bukan cuma Iran..!!??
🧐🤔
knapa smua “kebiadaban” spt “dibebankan” k Iran.. “enak bener yg laen” menari bebas tanpa beban..
😵💫😵
cukup nyimak aja (ga mihak) tapi lebih suka nyonyorin Iran…
itu artinya lu mihak sebelah, alias ASu…
GOBLOK lu…
L.O.L
omdo lah iran ngapain juga bernegosiasi terus menerus sama amerika padahal sdh ribuan nyawa dikorbankan klo emang berani lawan habis habisan lah klo perlu habisin tuh semua pangkalan as di timteng