Sedikitnya 3.586 warga negara asing dari lebih dari 40 negara tewas saat bertempur untuk Rusia sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 24 Februari 2022, menurut investigasi BBC.
Mereka yang tewas mencakup narapidana yang direkrut dari penjara-penjara di Rusia, para migran yang mengaku dipaksa atau ditipu untuk bergabung, sukarelawan yang tergiur gaji tinggi, serta pasukan reguler Korea Utara yang dikirim berdasarkan kesepakatan antara Moskow dan Pyongyang.



BBC Rusia dan media independen Mediazona melacak korban tewas yang telah terverifikasi di pihak Rusia dengan menggunakan informasi sumber terbuka, seperti pengumuman resmi, unggahan di media sosial yang memuat pesan dan foto makam, serta dokumentasi acara peringatan terkait perang.
Pada 2024, otoritas Rusia secara signifikan menaikkan insentif keuangan bagi mereka yang mendaftar ke militer.
Besaran pembayaran berbeda-beda di setiap wilayah.
Namun, calon prajurit yang menandatangani kontrak dengan pemerintah kota Moskow saat ini dijanjikan bonus penandatanganan kontrak sebesar sekitar Rp490 juta, serta gaji sekitar Rp57 juta per bulan.
Bonus untuk tugas tempur dapat membuat total pembayaran yang diterima melampaui sekitar Rp1,18 miliar.
Sebagai perbandingan, rata-rata gaji bulanan di Rusia berada di kisaran Rp12,4 juta.
Sekitar periode itu, perekrutan secara aktif juga mulai menyasar warga dari negara-negara yang lebih jauh, seperti Kuba, Nepal, India, Sri Lanka, dan Yaman.
Di sisi lain, Ukraina juga merekrut personel asing melalui sistem nasional yang dibentuk setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada Februari 2022.
Pada Juni tahun ini, Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan, Ukraina akan menaikkan gaji prajurit dan berupaya merekrut lebih banyak petempur dari luar negeri.
Langkah itu ditempuh ketika militer Ukraina menghadapi kekurangan personel setelah lebih dari empat tahun berperang melawan Rusia.
Ukraina tidak mempublikasikan jumlah total korban tewas warga negara asing yang bertugas di militernya.
Namun, pada Agustus 2025, seorang pejabat yang bertanggung jawab mengoordinasikan dinas personel asing mengatakan kepada media Ukraina Hromadske bahwa lebih dari 8.000 sukarelawan asing telah bergabung dengan angkatan darat.
Pejabat tersebut memperkirakan jumlah personel asing di seluruh matra angkatan bersenjata Ukraina sedikitnya mencapai 16.000 orang.
Simak ulasan lengkap tentang keterlibatan personel warga negara asing dalam perang Rusia-Ukraina melalui tautan berikut ini: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c7vge7mgm2vo







rusia betol2 remuk gagal maning di ukraina katanya 3 hari operasi sampai bertahun2 gagal naklukin kyiv, ditambah dipercundangi mujahidin suriah