Puluhan orang melakukan aksi protes di luar rumah orang tua dari salah satu sutradara film dokumenter ‘NAZA’. Aksi demonstrasi ini terjadi di kawasan Savyon, Israel tengah, dan menargetkan rumah orang tua sutradara Rachel Szor (yang memproduksi film tersebut bersama rekannya, Yuval Abraham), selama dua malam berturut-turut.
Dalam video-video demonstrasi yang beredar, massa pengunjuk rasa terdengar meneriakkan “hukuman mati bagi para pengkhianat” (“death penalty for traitors” atau “death sentence for traitors”).
Aksi protes dipimpin oleh provokator sayap kanan Mordechai David, yang memiliki hubungan dengan partai Jewish Power pimpinan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir. Penyelenggara unjuk rasa dilaporkan juga mencoba melacak kediaman orang tua Yuval Abraham. Saat protes berlangsung, kedua sutradara tersebut diketahui sedang berada di luar negeri.
Detail Utama Kontroversi Film ‘NAZA’
- Latar Belakang Film: Film dokumenter ‘NAZA’ memenangkan Special Jury Prize di Festival Film Internasional Venesia ke-83. Film ini memuat pengakuan dari 24 personel intelijen dan militer Israel mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang secara sistematis memperhitungkan tingginya korban warga sipil dalam keputusan serangan udara di Jalur Gaza.
- Reaksi Pemerintah Israel: Gelombang ancaman ini meningkat setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengecam film tersebut dan menyatakan akan mengajukan undang-undang baru guna mencabut kewarganegaraan siapa pun yang dinilai mencemarkan nama baik tentara Israel (IDF) di luar negeri. Menteri Kebudayaan Miki Zohar juga menuduh sutradara melakukan pengkhianatan dan meminta badan intelijen Shin Bet untuk menggelar investigasi.
- Dukungan Internasional: Di sisi lain, asosiasi jurnalis Israel mengecam ancaman kekerasan tersebut demi kebebasan berpendapat. Lebih dari 1.500 insan perfilman global pun menandatangani petisi solidaritas untuk membela hak bersuara kedua sutradara.
[VIDEO unjuk rasa]






