Ya, Iran memang memiliki tingkat kemandirian yang sangat tinggi dalam produksi obat-obatan. Saat ini, Iran dilaporkan memproduksi antara 97% hingga 99% dari kebutuhan obat-obatan domestiknya secara lokal.
Berikut adalah beberapa poin kunci mengenai industri farmasi di Iran:
- Tingkat Produksi Tinggi: Secara volume, lebih dari 97% obat yang dikonsumsi di Iran diproduksi oleh perusahaan dalam negeri. Beberapa laporan terbaru bahkan menyebutkan angka ini mencapai 98-99%.
- Fokus pada Obat Generik: Iran merupakan salah satu produsen obat generik terbesar di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA).
- Kemandirian Bahan Baku: Meskipun volume produksinya tinggi, sekitar 50% hingga 70% bahan baku aktif (API) masih perlu diimpor, terutama dari negara-negara seperti China dan India.
- Teknologi Tinggi & Bioteknologi: Iran telah mencapai kemajuan signifikan dalam memproduksi obat-obatan berteknologi tinggi, termasuk biofarmasi dan radiofarmaka untuk pengobatan kanker dan penyakit langka.
- Penghematan Mata Uang Asing: Produksi dalam negeri ini diperkirakan telah menyelamatkan miliaran dolar cadangan devisa negara. Tanpa produksi lokal, biaya impor obat-obatan bisa membengkak hingga $10–$15 miliar per tahun.
- Ekspor: Produk farmasi Iran telah diekspor ke lebih dari 40 negara, termasuk negara-negara tetangga seperti Irak dan Afghanistan, serta beberapa negara di Eropa dan Asia.







kalo di negeri Konoha orang tes vaksin malah disambut baik sm presidennya..kok ya tega sm rakyat sendiri
Di Konoha dg pemimpin tak berkualitasnya malah bangga dg obat impor. Bahkan saat COVID, vaksin buatan asing digencarkan untuk disuntikkan ke rakyat. Tes PCR, swab dll berbayar tinggi. Di saat ekonomi mandeg, kerjaan sulit, rakyat malah dijadikan ladang bisnis untuk membayar tes kesehatan itu oleh pejabat bermoral bejat.