Semua pemain memberi hormat kepada Raja Spanyol, tetapi Lamine Yamal seperti seorang teman dekat πŸ˜‚πŸ˜‚

Lamine Yamal menyapa Raja seperti teman dekat dan Raja juga menyambutnya seperti teman dekat πŸ˜‚

Momen interaksi antara Lamine Yamal dan Raja Felipe VI dari Spanyol sukses mencuri perhatian netizen di media sosial selama resepsi resmi perayaan gelar juara Piala Dunia 2026 Spanyol di Istana Zarzuela, Madrid.

Acara seremonial ini diadakan pada hari Senin, 20 Juli 2026, untuk menyambut skuad La Roja setelah memenangkan final dramatis 1-0 atas Argentina pada hari Minggu di Final Piala Dunia 2026.

Raja Felipe VI dari Spanyol, Ratu Letizia, Leonor, Putri Asturias, dan Infanta SofΓ­a secara resmi menerima tim nasional Spanyol di istana.

Resepsi tersebut termasuk ucapan selamat dari keluarga kerajaan, sambutan resmi untuk para pemain dan staf pelatih, dan sesi foto untuk merayakan gelar Piala Dunia pria kedua Spanyol.

Sambutan Lamine Yamal yang tidak seperti yang lain

Saat para pemain berbaris untuk menyapa anggota keluarga kerajaan, sebagian besar mengikuti protokol resmi. Setiap pemain sepak bola berjabat tangan, bertukar beberapa kata sopan dengan Raja Felipe VI, dan berjalan menyusuri barisan penyambutan. Kemudian datanglah giliran Lamine Yamal.

Alih-alih menjaga interaksi tetap formal, bintang FC Barcelona itu menyapa raja dengan kehangatan seperti seorang teman yang sudah lama dikenal. Setelah berjabat tangan dengan Raja (dengan jabat tangan khas seorang teman), Yamal memeluknya sebentar, menciptakan momen yang langsung menonjol dari setiap sapaan lainnya selama upacara tersebut. Pelukan tak terduga itu menarik perhatian semua orang yang menonton, dan dalam beberapa menit, cuplikan momen tersebut menyebar di media sosial.

[VIDEO]

Momen itu berkesan karena terasa tulus. Yamal telah dikenal sepanjang kariernya yang masih muda karena bermain dengan penuh sukacita dan percaya diri, kualitas yang telah membantunya menjadi salah satu bintang sepak bola paling bersinar. Sifat-sifat yang sama tampak bersinar selama resepsi di istana. Alih-alih tampak gugup di depan kepala negara Spanyol, penyerang muda itu tampak sangat nyaman, memperlakukan pertemuan itu secara alami sambil merayakan salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.

Banyak penggemar online menggambarkan interaksi tersebut sebagai hal yang menyenangkan, memuji Yamal karena tetap otentik meskipun dalam kemegahan acara tersebut. Yang lain bercanda bahwa ia menyapa Raja Felipe VI dengan cara yang sama seperti ia merayakan gol bersama salah satu rekan setimnya di Barcelona.

Resepsi di Istana Zarzuela merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan Spanyol kepada para pahlawan olahraganya. Setelah kemenangan dramatis mereka atas juara bertahan Argentina, tim nasional diundang untuk bertemu keluarga kerajaan, yang secara pribadi mengucapkan selamat kepada para pemain dan staf pelatih atas keberhasilan mereka merebut kembali gelar tertinggi dalam sepak bola setelah sebelumnya diraih Spanyol di Piala Dunia 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Itu nunjukin kualitas prestasi asli > bukan prestasi KW, bukan butuh validasi orang lain (kalau presiden KONOHA, segala hal yg di lakukan butuh validasi gak asli/ imitasi/ PALSU)

  2. Itu nunjukin kualitas prestasi asli > bukan prestasi KW, bukan butuh validasi orang lain (kalau presiden KONOHA, segala hal yg di lakukan butuh validasi gak asli/ imitasi/ PALSU)