Pelajar SMK menolak MBG dan meminta uang MBG dikasih untuk kesejahteraan guru. Ini akan jadi Bola Api 🔥🔥🔥 gerakan nasional

Pelajar SMK mengirim surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto, ia menolak menerima MBG dan meminta jatah makan MBG miliknya diberikan untuk kesejahteraan guru.

Para pelajar kita, ada yang pikirannya tajam dan halus perasaannya.

Ini akan menjadi bola api gerakan nasional, para pelajar-pelajar yang peduli dengan guru akan mengikuti langkahnya.

Rafif Arsya, anda telah membuat sejarah!

🔥🔥🔥🔥🔥

***

Kepada Yth.
Bapak Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
di istana negara

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan hormat, Perkenalkan, nama saya Muhammad Rafif Arsya Maulidi, seorang pelajar kelas Xl SMK NU MIFTAHUL FALAH KUDUS. Saya berasal dari keluarga sederhana. Ayah saya bekerja sebagai buruh, dan ibu saya seorang ibu rumah tangga yang mendidik anak-anaknya di rumah. Sejak kecil, saya diajarkan untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih beradab. Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati. Guru di sekolah, ustadz yang mengajarkan mengaji, serta para kiai yang membimbing akhlak dan ilmu, memiliki peran besar dalam kehidupan saya.

Namun, saya melihat masih banyak guru, termasuk di SMK Miftahul Falah tempat saya belajar, yang mengabdi dengan penuh dedikasi tetapi belum memperoleh kesejahteraan yang layak. Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui surat ini, saya menyampaikan aspirasi pribadi. Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya.

Saat ini saya masih memiliki sekitar satu setengah tahun masa belajar di SMK. Jika dihitung secara sederhana (18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000). Bagi saya pribadi, angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru. Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja.

Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam, sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru. Besar harapan saya agar aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat saya,

Muhammad Rafif Arsya Maulidi
Pelajar SMK NU MIFTAHUL FALAH KUDUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. Khawatir aja nanti anak ini dibully para TerMul, TerWo se tanah air. Anak ini bisa jadi stress dan bundir. Itulah kelakuan gerombolan TerMul dan TerWo yg tak berakal‼️