Jokowi bawa golok, gak nyambung jok

Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.

Satu kata untuk Jokowi, Ruwet. Ya, tak pernah nyambung, mbulet (berputar-putar), tidak fokus pada pokok permasalahan.

Bagaimana tidak?

Belum lama ini, Wapres R.I. ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) meminta agar Jokowi menunjukan ijazahnya untuk mengakhiri polemik. Hal itu disampaikan, pasca JK melakukan pelaporan terhadap Rismon Sianipar yang menuduh dirinya mendanai agenda ijazah palsu.

Alasan JK sederhana: dia sebagai mantan Wapres Jokowi, meyakini ijazah Jokowi asli. Karena itu, JK juga berkeyakinan jika ditunjukan kepada publik perkara akan segera tuntas.

Namun anehnya, alih-alih mengikuti saran JK, Jokowi kembali mengulang ulang mantra basi ‘Siapa Yang Menuduh Harus Membuktikan’. Artinya, Jokowi menolak saran JK karena dia merasa orang yang meminta ijazahnya ditunjukan adalah penuduh.

Sikap Jokowi ini sangat berbeda, dengan kasus motor choppernya. Pada tahun 2018 Netizen mempertanyakan surat-surat motor chopper-nya yang sudah dimodifikasi, saat itu Jokowi langsung gesit satset menunjukkannya ke publik.

Lha iyalah, karena memang PUNYA surat yang mau ditunjukkan.

Terus kalau ijazahnya piye kumaha kok tidak nongol-nongol, bagaimana ini?

Benar-benar ruwet.

Mari kita urai pelan-pelan.

  • Pertama, JK meyakini ijazah Jokowi asli.
  • Kedua, JK melihat polemik ini berlarut-larut karena Jokowi tidak mau menunjukan ijazah aslinya.
  • Ketiga, JK minta (menyarankan) agar Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya.

Lalu Jokowi menjawab: siapa yang menuduh silahkan buktikan.

Loh, siapa yang menuduh? JK meyakini ijazah Jokowi asli kok.

Keengganan Jokowi menunjukan ijazahnya justru mematahkan keyakinan JK yang meyakini ijazah Jokowi asli. Karena kalau asli, kenapa menolak menunjukan?

Katakanlah, ijazah Jokowi dituduh palsu. Bukankah, dengan langkah menunjukkan ijazah Jokowi yang asli, akan mengakhiri tuduhan?

Kami sendiri memiliki logika berbeda dengan JK. Logika yang kami yakini, sebagai berikut :

Pertama, ijazah Jokowi setelah diteliti dapat disimpulkan 99,9 % palsu.

Kedua, setelah gelar perkara khusus tanggal 15 Desember 2025, kami makin meyakini ijazah Jokowi palsu karena ijazah yang diperlihatkan sama dengan yang beredar di masyarakat, yaitu ijazah dengan foto lelaki berkacamata dan berkumis tipis, yang diyakini bukan foto Jokowi.

Ketiga, kami makin yakin lagi dengan adanya sejumlah putusan KIP, yang pada pokoknya KPU dan KPUD tidak pernah melakukan uji otentifikasi atas berkas dokumen Jokowi untuk Pilkada dan Pilpres.

Keempat, puncak keyakinan ijazah Jokowi palsu bertambah setelah disarakan JK untuk ditunjukkan tapi Jokowi menolak.

Penolakan Jokowi untuk menunjukan ijazahnya bisa dijadikan konfirmasi bahwa ijazah yang dimilikinya palsu.

Dia tidak ingin, masyarakat semakin yakin ijazah Jokowi palsu setelah diperlihatkan. Mengingat, Roy Suryo dkk makin meyakini ijazah Jokowi palsu setelah di perlihatkan oleh penyidik pada saat gelar perkara khusus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 komentar

  1. NARASI YANG MENUDUH YANG MEMBUKTIKAN ITU COCOK PADA KASUS MALING, KORUPSI, NARKOBA, PEMBUNUHAN DAN KRIMINAL LAINNYA. MISALNYA KASUS KERETA CEPAT YANG SUDAH BANYAK BUKTI MENGARAH KE KORUPSI.
    KALAU DUGAAN KASUS IJAZAH PALSU PEJABAT PUBLIK (APALAGI SEORANG PRESIDEN) ADALAH KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ADALAH HAK RAKYAT UNTUK MENGETAHUI LATAR BELAKANG PEMIMPINNYA. BANYAK CONTOHNYA DI DUNIA INI DUGAAN “IDENTITAS PALSU” PARA PEJABAT PUBLIK SEPERTI PRESIDEN AS OBAMA, YANG AKHIRNYA OBAMA SENDIRI HARUS BERSEDIA MENUNJUKANNYA KE PUBLIK, JUGA DI INDONESIA KASUS DUGAAN IJAZAH PALSU HAKIM MK, YANG DIA SENDIRI BERSEDIA MENUNJUKAN IJAZAH SEBENARNYA KE PUBLIK. DLL.

  2. NARASI YANG MENUDUH YANG MEMBUKTIKAN ITU COCOK PADA KASUS TUDUHAN MALING, KORUPSI, NARKOBA, PEMBUNUHAN DAN KRIMINAL LAINNYA. MISALNYA KASUS KERETA CEPAT YANG SUDAH BANYAK BUKTI MENGARAH ADA UNSUR KORUPSINYA, TAPI UNTUNG ADA PRESIDEN WOWO YANG MAU PASANG BADAN, SELAMATLAH SI WIWI
    KALAU PADA KASUS DUGAAN/TUDUHAN IJAZAH PALSU SEORANG PEJABAT PUBLIK (APALAGI SEORANG PRESIDEN), MAKA KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK ADALAH HAK RAKYAT UNTUK MENGETAHUI LATAR BELAKANG PEMIMPINNYA. BANYAK CONTOHNYA DI DUNIA INI DUGAAN “IDENTITAS PALSU” PARA PEJABAT PUBLIK SEPERTI PRESIDEN AS OBAMA, YANG AKHIRNYA OBAMA SENDIRI HARUS BERSEDIA MENUNJUKANNYA KE PUBLIK, JUGA DI INDONESIA KASUS DUGAAN/TUDUHAN IJAZAH PALSU HAKIM MK, YANG DIA SENDIRI BERSEDIA MENUNJUKAN IJAZAH SEBENARNYA KE PUBLIK KEMUDIAN SELESAI.
    WIWI INI PARAH BANGET, DIA SUDAH MENTERSANGKAKAN BANYAK ORANG, BAHKAN SUDAH MEMENJARAKAN BEBERAPA ORANG ATAS KASUS IJAZAHNYA, TAPI SAMPAI SEKARANG WIWI TIDAK MAU DAN TIDAK BERANI MENUNJUKAN IJAZAHNYA.

    1. memang aneh 🤨, sebagai pejabat publik sudah seharusnya dia menunjukkan hal itu ijazah nya asli atau palsu. Kalo gak mau ya jangan jadi pejabat. Jadi rakyat biasa saja macam pengusaha.

  3. megawati bilang suruh tunjukkan ijazah mu.
    jusuf kalla bilang suruh tunjukkan ijazah mu.
    netizen bilang suruh tunjukkan ijazah mu.
    orang ini ngeles melulu,punya beking listyo sipit prabowo sebagai kapolri gak diperiksa.