Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, kembali menyuarakan kekhawatiran kerasnya terhadap kebijakan Presiden Donald Trump di Iran. Dalam video yang viral di X (Twitter) pada Senin (30 Maret 2026), Joe Kent mengatakan Trump berada di bawah tekanan besar untuk mengirim pasukan darat (boots on the ground) ke Iran.
“Ini akan menjadi eskalasi katastrofik yang hanya akan menghasilkan lebih banyak pertumpahan darah dan memperburuk perang yang sudah buruk ini,” ujar Kent dalam video tersebut.
Joe Kent, yang mundur dari jabatannya pada pertengahan Maret 2026 sebagai bentuk protes terhadap perang AS-Israel di Iran, kini secara terbuka meminta bantuan warga Amerika. Ia mendesak masyarakat untuk segera menghubungi Gedung Putih, anggota Kongres, dan senator masing-masing.
“Tell President Trump, your Congressional Rep, & your Senators that you don’t support American boots on the ground in Iran,” tulis Kent di X.
Ia menambahkan, panggilan harus dilakukan dengan hormat: “Respectfully tell them that we do not support putting any boots on the ground in Iran. This is how we the people can have our voices heard.”
Joe Kent menekankan bahwa Iran tidak pernah menjadi ancaman langsung bagi Amerika Serikat. Menurutnya, perang ini dipicu oleh tekanan dari Israel dan lobi kuat di Amerika, bukan kepentingan nasional AS. Sebagai mantan Green Beret dan veteran, ia menolak mengorbankan nyawa generasi muda AS untuk konflik yang ia anggap sia-sia.
Nomor kontak yang dibagikan Kent:
White House Comment Line: (202) 456-1111
Congress Switchboard: (202) 224-3121
Video call to action ini cepat menyebar luas, dengan ribuan repost dan komentar dalam hitungan jam. Banyak warganet melihat ini sebagai sinyal bahwa situasi di Gedung Putih semakin tak terkendali di tengah eskalasi perang Iran.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih atas seruan Joe Kent.






