Inggris Cemas! Iran ternyata punya rudal dengan jarak tempuh di atas 4000 KM atau masih ada lainnya?

Teheran kembali mengejutkan dunia dengan demonstrasi kekuatan militer terbaru. Pada Jumat (20 Maret 2026), Iran meluncurkan dua rudal balistik jarak menengah ke arah pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia, sebuah pulau kecil di Samudra Hindia yang berjarak sekitar 4.000 kilometer dari wilayah Iran. Ini menjadi serangan rudal terjauh yang pernah dilakukan Teheran sejak perang dengan AS dan Israel dimulai tiga minggu lalu.

Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS, kedua rudal tersebut gagal mengenai sasaran. Satu rudal hancur di udara karena kegagalan teknis, sementara rudal kedua dicegat oleh kapal perang AS menggunakan rudal SM-3. Meski tidak ada kerusakan signifikan, aksi ini langsung memicu alarm global karena jaraknya dua kali lipat dari batas resmi yang selama ini diklaim Iran.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa program rudal Teheran sengaja dibatasi pada 2.000 km agar tidak dianggap ancaman global. Namun, serangan ke Diego Garcia membuktikan sebaliknya: Iran memiliki kemampuan rudal yang jauh lebih jauh, mungkin mencapai 3.000 hingga 4.000 km atau lebih. Analis militer menduga rudal yang digunakan adalah varian canggih dari keluarga Khorramshahr atau model prototipe lain yang selama ini disembunyikan.

Kunci dari kemampuan ini diyakini terletak pada “missile cities”, yaitu kota rudal bawah tanah Iran yang tersebar di wilayah pegunungan. Fasilitas rahasia seperti di Khorramabad, Lorestan, dan daerah lainnya disebut menyimpan ribuan rudal balistik beserta peluncurnya di dalam terowongan dalam yang tahan terhadap serangan udara. CNN dan sejumlah media internasional juga melaporkan bahwa satelit AS dan Israel telah memantau serta menyerang beberapa lokasi tersebut, namun Iran terus beradaptasi dengan menyembunyikan arsenalnya lebih dalam.

Peristiwa ini bukan sekadar peringatan terhadap izin Inggris menggunakan pangkalan AS untuk operasi defensif di Selat Hormuz. Ini juga menunjukkan eskalasi strategis, di mana Iran kini mampu mengancam target yang berada jauh di luar kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan Barat di Samudra Hindia. Para ahli memperkirakan, jika teknologi ini terus dikembangkan, jangkauannya bisa mencapai Eropa atau bahkan lebih jauh, meskipun Iran belum memberikan konfirmasi resmi.

Dengan perang yang telah memasuki hari ke-21 dan ketegangan yang terus meningkat, kemampuan rudal jarak jauh ini mulai mengubah dinamika konflik. Pertanyaannya, apakah ini hanya sebagian kecil dari kekuatan yang dimiliki Iran, atau masih ada kejutan lain yang tersembunyi di kota-kota bawah tanahnya? Dunia kini menunggu langkah berikutnya dari Teheran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *