🔴Seorang peserta menyalakan lilin dan membawa foto Iko saat aksi solidaritas meninggalnya mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) Iko Juliant Junior di Unnes, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (02/09/2025).
Iko dikabarkan meninggal dunia Minggu (31/08/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Sementara, penyebab kondisi Iko sampai seperti itu, sampai saat ini masih simpang siur dan memicu pertanyaan.
“Ada kabar yang simpang siur mengenai penyebab meninggalnya Almarhum Iko. Ada [polisi] yang menyebut karena kecelakaan, tapi ada juga beberapa informasi luka dibagian limpa,” ujar Ady Putra Cesario.
“Kita sedang mencari titik terang supaya tidak dibelokkan [penyebab kematiannya].”
Bukan hanya mengalami kejanggalan mengenai kondisi lukanya, namun tempat kejadian perkara (TKP) yang disebutkan polisi dan tempat yang disebutkan temannya berbeda.
Kemudian dia juga diantar ke rumah sakit bukan oleh ambulans atau relawan semacamnya, namun diantar oleh Brimob.
Kejanggalan ini, menggerakan 50 orang alumni Fakultas Hukum Unnes siap menjadi pendamping hukumnya. Saat ini, Ady bersama kawan-kawannya tengah mengupayakan bukti-bukti dan saksi dalam kejadian tersebut.

“Kalau yang ngigau itu keterangan dari keluarga sebagai pihak yang mendampingi saat di rumah sakit, motornya masih dibawa polisi,” katanya.
“Sementara kondisi keluarga masih sangat trauma dan beliau masih shock kemudian ingin mendapatkan ketenangan,”
“Ketika ada adik-adik kita berurusan dengan hukum, kami akan turun.”
Kabar meninggalnya Iko ini, mulai ramai disampaikan pada Senin (01/09) lalu, namun kepolisian memberikan penjelasan mengenai kecelakaannya baru pada Selasa (02/09).
Tak hanya itu, polisi juga memindah titik TKP kecelakaan Iko di Jalan Veteran Semarang.
Sementara, data yang didapatkan wartawan Kamal yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, terdapat surat kepolisian resmi yang ditanda tangani oleh Aiptu Hardiyanto menyebutkan, Iko mengalami kecelakaan pada Minggu (31/8/2025) pukul 02.30 WIB saat mengendarai motor di Jalan Dokter Cipto Kota Semarang.
“Namanya kejadian peristiwa yang sangat mendadak singkat ya. Orang yang membawa belum tentu tahu namanya jalan apa jalan apa,” Dalih Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, Selasa (02/09/2025).
“Nah, ini perlu kita cek faktanya seperti apa dan kita mengumpulkan CCTV-nya yang ada di jalan semua harus dikumpulkan dan saksi-saksi.”
“Kita sedang minta hasil visumnya seperti apa, nanti yang akan berbicara adalah visum,” jawabnya mengenai luka lebam yang dialami oleh Iko.
(Sumber: BBCIndonesia)






