Dunia hanya menghormati yang kuat, adapun yang lemah akan dijadikan bahan bully-an

Ketika Presiden AS, Donald Trump mengancam Afghanistan untuk mengembalikan Pangkalan Bagram kepada pemerintah AS, Trump mengatakan, “If Afghanistan doesn’t give Bagram Airbase back to those that built it, the United States of America, BAD THINGS ARE GOING TO HAPPEN!!!”. (“Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada pihak yang membangunnya, yaitu Amerika Serikat, HAL-HAL BURUK AKAN TERJADI!!!”)

Menhan TALIBAN menjawab, “Our answer is, if you don’t leave and want bases, we’re ready to fight you for another 20 years.” (“Jawaban kami adalah, kami siap BERPERANG KEMBALI MELAWAN ANDA selama 20 tahun lagi.”) — Taliban telah berperang melawan AS dan Sekutunya selama 20 tahun Perang di Afganistan (2001–2021) dan akhirnya AS kalah dan hengkang. Jika AS kembali lagi mau merebut pangkalan Bagram, silahkan datang dan akan disambut Taliban dengan perang lagi selama 20 tahun lagi.

Beberapa waktu lalu, pasukan AS menyerang Istana Miraflores dan menculik Presiden Venezuela, sebuah negara berdaulat dan anggota PBB, bahkan salah satu Founding Member States PBB. Semua hanya diam, tidak ada yang berkutik.

Disitu kita paham bahwa dunia hanya menghormati yang kuat, adapun yang lemah akan dijadikan bahan bully-an.

Penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh AS tahun 2026, mengingatkan kita pada sejarah 600 tahun lalu, tepatnya tahun 1426, ketika penguasa Mesir, Sultan Al-Ashraf Saifuudin Barsbay mengirimkan armada angkatan laut yang terdiri dari 180 kapal perang yang membawa ribuan tentara untuk menghukum penguasa Siprus, King Janus, dan membawanya ke Mesir untuk diadili di tanah Mesir!

Tidak hanya King Janus, tapi sekitar 3000 tentara Siprus juga diangkut ke Cairo. Janus dipermalukan di Cairo, dia diikat dengan rantai dan dinaikkan ke atas keledai, dan jalan di hadapan sultan, setelah itu dia dipaksa berlutut dan bersujud di tanah tempat dia menginjakkan kaki sebanyak sembilan kali. Janus kemudian dibebaskan setelah 10 bulan atas permintaan para raja Eropa, yang mengumpulkan uang untuk bayar tebusan yang diminta oleh Cairo dan dengan syarat:

Pertama: Siprus akan berada di bawah pemerintahan otonom Raja Al-Ashraf (mirip-mirip seperti Greenland dengan Denmark).

Kedua: Siprus akan membayar denda sebesar 200.000 dinar emas karena kelancangan mereka!

Ketiga: Siprus akan membayar upeti tahunan sebesar 20.000 dinar emas kepada Mesir!

Sejarah mencatat Siprus terus membayar upeti kepada Mesir selama 96 tahun, meskipun Sultan Al-Ashraf sudah meninggal!

Kalau Nicolas Maduro dituduh mendukung kartel narkoba, Janus dituduh mendukung dan melindungi bajak laut di Laut Mediterania, nah salah satu yang dibajak adalah kapal pedagang Mesir, dan para kru kapal dieksekusi, akhirnya sang Sultan mengamuk.

Karena di dunia ini yang dihormati itu Only the strong (hanya mereka yang kuat), Sultan tidak ke ICJ atau DK PBB, beliau langsung eksekusi sendiri!

Suatu ketika Setan bertitah, “The weak crumble, are slaughtered and are erased from history while the strong, for good or for ill, survive. The strong are respected, and alliances are made with the strong, and in the end peace is made with the strong.”

“Yang lemah akan hancur, dibantai, dan dihapus dari sejarah, sementara yang kuat, baik itu kebaikan maupun keburukan, akan bertahan. Yang kuat dihormati, dan aliansi dibentuk dengan yang kuat, dan pada akhirnya perdamaian terjalin dengan yang kuat.”

-Saief Alemdar-

Komentar