Dipecat Klub Jerman Karena Bela Palestina, Anwar El Ghazi Menang Gugatan €1,5 Juta, Akan Didonasikan Untuk Anak-anak Gaza

Masih ingat Anwar El Ghazi? Dia dipecat klub Jerman, FSV Mainz, pada 2023 lalu karena menunjukkan dukungan kepada Palestina di akun media sosial pribadinya.

Kasus El Ghazi – Mainz lantas berlanjut ke pengadilan. Pihak Pengadilan Regional telah memutuskan bahwa pemecatan yang dilakukan Mainz tidak sah dan mereka harus melunasi sisa gaji El Ghazi sesuai kontrak awal.

Mainz terus mengajukan banding. Namun Pengadilan Tenaga Kerja Federal membuat putusan final yang memenangkan gugatan El Ghazi.

Kasus hukum antara pemain sepak bola kewarganegaraan Belanda keturunan Maroko, Anwar El Ghazi dan klub Jerman Mainz 05 telah mencapai keputusan final pada awal April 2026. Pengadilan Jerman secara definitif memutuskan bahwa pemecatan yang dilakukan oleh Mainz 05 terhadap El Ghazi adalah tidak sah dan merupakan tindakan sewenang-wenang.

Kronologi dan Detail Kasus

  • Penyebab Awal: Konflik bermula pada Oktober 2023 ketika El Ghazi mengunggah pesan dukungan untuk Palestina di media sosial, termasuk frasa “dari sungai ke laut”. Mainz menilai unggahan tersebut tidak sejalan dengan nilai klub dan awalnya menjatuhkan skorsing.
  • Pemutusan Kontrak: Meskipun sempat ada upaya rekonsiliasi, situasi kembali memanas setelah El Ghazi membantah pernyataan klub yang menyebut dirinya telah menyatakan penyesalan. Mainz akhirnya memecat El Ghazi pada November 2023.
  • Gugatan Hukum: El Ghazi menggugat keputusan tersebut ke pengadilan tenaga kerja Jerman. Pada Juli 2024, pengadilan tingkat pertama memutuskan bahwa pemecatan itu tidak adil karena unggahan tersebut masih dalam ranah kebebasan berekspresi.

Keputusan Akhir dan Kompensasi

Setelah melalui beberapa tahap banding dari pihak Mainz 05, pengadilan negara bagian (Landesarbeitsgericht) menguatkan putusan sebelumnya pada November 2025. Keputusan final yang tercapai pada April 2026 menegaskan hal-hal berikut:

  • Kewajiban Pembayaran: Mainz 05 diwajibkan membayar kompensasi total sekitar €1,5 juta hingga €2,5 juta (sekitar Rp26 miliar – Rp43 miliar) mencakup tunggakan gaji dan bonus.
  • Donasi Gaza: El Ghazi berkomitmen menyumbangkan €500.000 (sekitar Rp8,6 miliar) dari uang kompensasi yang diterimanya untuk proyek bantuan bagi anak-anak di Gaza.

Anwar El Ghazi sendiri telah melanjutkan kariernya di klub lain, termasuk sempat bermain untuk Cardiff City sebelum dilaporkan bergabung dengan klub Qatar Al-Sailiya.

Di akun X, Anwar El Ghazi mengomentari putusaan final pengadilan:

Mereka mencoba lagi dan gagal lagi. Bukan, saya tidak sedang berbicara tentang upaya genosida yang berulang kali gagal selama beberapa dekade untuk memusnahkan warga Palestina, tetapi lebih kepada upaya menggelikan dan menyedihkan dari FSV Mainz 05 untuk sekali lagi mengajukan banding atas kekalahan mereka dalam kasus saya di pengadilan Jerman hanya untuk kalah lagi.

Hari ini, pengadilan Jerman menolak banding terbaru dari FSV Mainz 05 yang menguatkan putusan sebelumnya, memastikan keadilan ditegakkan dengan kemenangan telak saya.

Sudah saatnya para pengambil keputusan yang sesat di FSV Mainz 05 berhenti dan melunasi sisa kontrak saya. Ada tujuan mulia untuk mendukung anak-anak Gaza yang menanti. Itu seharusnya memberikan sedikit penghiburan bagi tim eksekutif di FSV Mainz 05.

Free Palestine

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *