Upaya mediasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dipimpin oleh Pakistan dikabarkan telah menemui jalan buntu per tanggal 4 April 2026. Menurut laporan The Wall Street Journal, Iran telah secara resmi menginformasikan kepada para mediator bahwa mereka tidak bersedia bertemu dengan pejabat AS di Islamabad dalam beberapa hari ke depan.
Poin-poin utama dari penolakan tersebut meliputi:
- Tuntutan yang Tidak Dapat Diterima: Tehran menyatakan bahwa daftar 15 poin proposal perdamaian dari pemerintahan Trump berisi tuntutan yang “berlebihan, tidak realistis, dan tidak rasional”. Tuntutan AS mencakup pembongkaran fasilitas nuklir utama, penghentian pengayaan uranium, dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara tanpa syarat.
- Syarat Balasan dari Iran: Iran mengajukan 5 syarat utamanya sendiri untuk mengakhiri perang, termasuk pembayaran ganti rugi (reparasi) perang, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, serta penghentian serangan dan pembunuhan terhadap pejabat Iran.
- Ketidakpercayaan Diplomatik: Pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh upaya diplomasi tersebut hanyalah “kedok” sementara AS terus menambah pasukan di wilayah tersebut.
Meskipun demikian, mediator lain seperti Turki dan Mesir dilaporkan masih mencoba mencari jalan keluar dengan mempertimbangkan lokasi alternatif untuk pembicaraan, seperti Doha atau Istanbul. Situasi tetap tegang seiring dengan ancaman Presiden Trump untuk meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.







Jangan mau berdamai dgn presiden IDIOT dan Sombong