Viral! Iran Rilis Video “Satu Pembalasan untuk Semua”

Di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah, Iran kembali menunjukkan kekuatan narasi dan tekadnya melalui sebuah karya propaganda yang kuat. Video berdurasi 53 detik berjudul “One Vengeance for All” (Satu Pembalasan untuk Semua) viral di berbagai platform media sosial, termasuk X. Video ini diklaim dirilis melalui kanal resmi IRGC serta media pemerintah Iran.

Video tersebut bukan sekadar animasi biasa, melainkan karya berbasis AI yang dirancang dramatis untuk menyampaikan pesan mendalam: Iran berdiri sebagai suara keadilan bagi umat tertindas di dunia. Dengan musik latar yang menggugah dan visual yang kuat, video ini merangkai berbagai peristiwa sejarah yang kerap dikaitkan dengan hegemoni Barat, khususnya Amerika Serikat dan sekutunya.

Narasi video dibuka dengan montase yang menggambarkan penderitaan umat manusia, mulai dari genosida terhadap penduduk asli Amerika, bom atom di Hiroshima, hingga Perang Vietnam dengan segala kekejamannya. Selain itu, ditampilkan pula konflik di Yaman, Afghanistan, Irak, serta tragedi di Palestina, termasuk di Gaza. Video juga menyinggung kasus Epstein Island scandal, serta pembunuhan Qassem Soleimani.

Semua peristiwa tersebut dirangkai dalam satu benang merah: satu pembalasan untuk semua. Video kemudian menampilkan tokoh-tokoh Iran seperti Ali Khamenei dan Jenderal Soleimani yang menyaksikan rangkaian tragedi tersebut.

Klimaks video memperlihatkan roket berwarna merah-putih-hijau meluncur menuju New York City dan menghantam Statue of Liberty yang digambarkan dengan kepala Baal. Patung tersebut kemudian runtuh ke laut, diiringi simbol-simbol yang beterbangan, sebagai metafora runtuhnya sistem yang dianggap tidak adil.

Di akhir video, muncul tulisan tegas: “One Vengeance for All” — satu pembalasan untuk semua korban penindasan.

Bagi sebagian pendukung narasi anti-imperialisme, video ini dipandang sebagai seruan keadilan global, bukan sekadar ancaman. Iran digambarkan membela kelompok yang tertindas, dari Palestina hingga Yaman. Banyak warganet merespons dengan komentar seperti “powerful” dan “they’re not wrong”, menunjukkan resonansi pesan tersebut di sebagian audiens global.

Video ini juga mendapat perhatian dari media seperti RT, yang turut menyebarkannya, memperlihatkan adanya dukungan dari kubu yang berseberangan dengan Barat.

Kemunculan video ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran, AS, dan Israel. Alih-alih menunjukkan ketakutan, Iran justru memanfaatkan media visual dan teknologi untuk memperkuat pesan politiknya. Simbol runtuhnya Patung Liberty dalam video tersebut dimaknai sebagai gambaran berakhirnya dominasi yang dianggap tidak adil.

Melalui karya ini, Iran ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya kuat secara militer, tetapi juga memiliki kemampuan membangun narasi yang mampu memengaruhi opini global.

“Satu Pembalasan untuk Semua” bukan sekadar slogan, tetapi pesan yang ingin ditegaskan kepada dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar