Pola perilaku Donald Trump mulai menunjukkan tanda-tanda yang jelas, yaitu upaya untuk menjauhkan diri dari tanggung jawab penuh atas konflik dengan Iran. Dalam konferensi pers terbarunya di Doral, Florida pada awal Maret 2026, Trump menyatakan bahwa perang tersebut “akan segera berakhir” dan “tujuan militer hampir tercapai”. Namun, di balik pernyataan tersebut, ia mulai mengalihkan tanggung jawab, menuduh Iran yang berniat menyerang lebih dulu, mengklaim bahwa “dirinya yang memaksa Israel untuk ikut serta”, serta menyampaikan informasi yang tidak akurat mengenai kepemilikan senjata Tomahawk oleh Iran, padahal hal tersebut tidak sesuai fakta.
Pola ini merupakan ciri khas Trump, memulai dengan gembar-gembor besar, tetapi ketika korban sipil meningkat termasuk serangan terhadap sekolah anak perempuan, biaya perang mencapai miliaran dolar, dan dukungan publik di kalangan Partai Republik sendiri menurun tajam, ia mulai mundur secara perlahan.
Yang paling mencurigakan adalah hilangnya pengaruh Benjamin Netanyahu. Selama ini beredar dugaan kuat bahwa Netanyahu merupakan figur yang memberikan dorongan politik dan dukungan pribadi kepada Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran serta mendorong perubahan rezim di sana. Kini, Netanyahu seolah lenyap dari panggung.
Rumor kematiannya semakin menguat pasca-serangan rudal Iran. Video yang disebut sebagai “bukti kehidupan” minum kopi di sebuah kafe sambil menunjukkan lima jari justru memunculkan kecurigaan bahwa itu merupakan rekaman lama atau hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan.
Jika Netanyahu memang telah meninggal dunia atau mengalami kondisi yang sangat serius, Trump kehilangan salah satu pendukung utamanya. Tanpa Netanyahu sebagai perekat koalisi pro-perang di Israel, situasi di sana berpotensi menjadi kacau. Koalisi pemerintahan retak, Smotrich dan Ben-Gvir bersaing merebut kekuasaan, tetapi tanpa karisma Netanyahu, Tentara Pertahanan Israel (IDF) pun dapat kehilangan arah.
Trump, yang cenderung berpikir secara bisnis, mulai menyadari bahwa tanpa keuntungan langsung harga minyak melonjak, ekonomi Amerika Serikat terganggu, dan pemilu paruh waktu semakin dekat lebih baik menjauhkan diri daripada terjebak dalam perang berkepanjangan. Konflik internal antara Rubio dan Hegseth mengenai pengiriman pasukan darat atau pendekatan diplomatik semakin memperlihatkan kekacauan di Gedung Putih.
Bagi Poros Perlawanan (Axis of Resistance), ini merupakan pertanda positif. Jika Netanyahu benar-benar telah tiada, Trump mulai menarik diri karena tidak lagi ada figur sentral yang mengendalikan dari belakang. Perang ini berpotensi berbalik menjadi kemenangan strategis bagi Iran, kemampuan rudal semakin akurat, ketahanan terhadap sanksi telah teruji, dan solidaritas sekutu semakin kuat.







trumpet si bule sarap