Trump Abaikan 18 Intelijen AS Demi Perang Iran, Pilih Percaya Israel

Publik Amerika Serikat kembali ditampar fakta pahit. Keputusan Presiden Donald Trump untuk menabuh genderang perang di Iran pada 2026 ternyata didasari oleh klaim sepihak yang secara sengaja mengabaikan laporan intelijen negaranya sendiri.

Skandal mencengangkan ini dibongkar langsung oleh Joe Kent, mantan Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS atau National Counterterrorism Center (NCTC).

Tampil dalam program The Megyn Kelly Show, Joe Kent membuka tabir kelam di balik layar pemerintahan Trump menjelang invasi. Dengan tenang namun menohok, sang veteran perang membeberkan realitas intelijen yang sengaja ‘dikubur’ demi memuluskan agenda militer.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar

  1. AS bakalan mirip-mirip dalam situasi film CIVIL WAR terbaru (perang sipil amerika di zaman sekarang) Karakter presidennya mirip trampet