Hasil riset dari Policy Research Center (Porec) yang dirilis pada Maret 2026 menunjukkan adanya krisis kepercayaan publik yang signifikan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Temuan utama dari laporan berjudul “Siapa yang Diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?” tersebut meliputi:
- Ketimpangan Manfaat: Sebesar 88,5% responden menilai manfaat program lebih banyak mengalir ke kelompok tertentu, bukan anak-anak. Rinciannya adalah:
- 44,5% menilai manfaat mengalir ke elit/pejabat politik.
- 44% menilai manfaat dinikmati oleh pengelola atau mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Hanya 6,5% responden yang merasa anak-anak sebagai target utama benar-benar merasakan manfaatnya.
- Risiko Korupsi: Sebanyak 87% warga meyakini program ini memiliki risiko penyalahgunaan anggaran yang tinggi atau rawan dikorupsi.
- Kualitas Makanan: Sekitar 79% responden percaya kualitas makanan sengaja diturunkan oleh oknum demi keuntungan pribadi.
- Ketidaksesuaian Anggaran: Sebanyak 76% responden merasa menu yang diterima anak-anak di lapangan tidak mencerminkan nilai anggaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.
Riset ini menggarisbawahi adanya persoalan tata kelola yang bersifat top-down dan minimnya transparansi, yang memicu kekhawatiran publik bahwa program dengan anggaran besar ini justru menjadi arena keuntungan bagi elit politik melalui proyek publik.







ya udah jgn dipilih lagi nanti…