Teguran Allah ta’ala kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan sesuatu kecuali perkara yang haq, tidak melakukan sesuatu kecuali perkara yang baik, dan tidak menyetujui sesuatu kecuali sesuatu yang dibenarkan oleh syariat. Beliau tidak akan pernah melakukan atau menyetujui sesuatu yang haram atau makruh.

Adapun beberapa ayat yang tampak memberikan teguran kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti pada peristiwa tahanan perang, pernikahan Zainab radhiyallahu ‘anha, dan semisalnya, itu karena beliau melakukan hal yang khilaful awla (meninggalkan perkara yang lebih utama). Ini masuk dalam bab “hasanat al-abrar sayyiat al-muqarrabin” (kebaikan bagi orang-orang biasa, tapi kurang layak bagi orang-orang terpilih).

(Al-Madkhal li Dirasah as-Sunnah an-Nabawiyyah, Dr. Yusuf al-Qaradhawi, Hlm. 43)

*Catatan saya: Maksud paragraf terakhir, yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu tidak keliru, tapi ada hal lain yang lebih baik, yang harusnya beliau pilih. Karena itu beliau ditegur oleh Allah ta’ala, sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(Ustadz Muhammad Abduh Negara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *