DI TENGAH SIDANG, DATANG SEBUAH KABAR YANG MELEGAKAN
Kamis, 1 Oktober 2026.
Saya sedang berada di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Timur, menjalani Sidang Pokok Perkara.
Hari itu adalah Hari Kesaktian Pancasila.
Di tengah suasana persidangan yang serius, di tengah perjuangan hukum yang sudah berlangsung begitu panjang, tiba-tiba saya mendengar sebuah kabar dari luar ruang sidang.
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto resmi dilantik menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kabar itu terasa berbeda.
Bukan semata-mata karena terjadi pergantian seorang Kapolri.
Tetapi karena bagi saya, pergantian kepemimpinan di institusi penegak hukum selalu membawa harapan baru tentang penegakan hukum, keadilan, profesionalitas dan keberpihakan kepada kebenaran.
Pada hari yang sama, DPR menyetujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, setelah Komisi III menyetujuinya secara aklamasi.
Dan beberapa jam kemudian, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kapolri.
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.
Saya juga tidak ingin mendahului proses hukum.
Biarlah hukum berjalan. Biarlah fakta berbicara. Biarlah setiap institusi menjalankan kewenangannya secara profesional dan independen.
Tetapi sebagai seorang warga negara yang sedang berhadapan dengan proses hukum, tentu saya berharap satu hal:
Semoga era baru ini menjadi era yang lebih terang bagi penegakan hukum Indonesia.
Saya sedang berada di ruang sidang memperjuangkan apa yang saya yakini.
Dan pada hari yang sama, Indonesia menyaksikan pergantian Kapolri.
Bagi saya, ini bukan sekadar pergantian jabatan.
Ini adalah pergantian zaman yang sedang kita saksikan dari dekat.
Saya tetap di dalam ruang sidang. Tetap tenang. Tetap menghadapi persidangan.
Dan tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT, sambil menjalankan ikhtiar manusia sampai batas kemampuan.
Yang kita harapkan dengan pergantian KAPOLRI adalah:
HUKUM TEGAK
KEADILAN HADIR
KEBENARAN MENEMUKAN JALANNYA.
(Dr. Tifa)








ALLAHU AKBAR…. Walhamdulillahi robbil alamiin…