Dalam aksi balasan yang tegas terhadap agresi Zionis-Israel dan sekutunya, rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Iron Dome pada malam Jumat, 27 Maret 2026. Menurut laporan media Israel sendiri, pecahan rudal dan amunisi tandan Iran menghantam 11 titik berbeda di wilayah Greater Tel Aviv, menyebabkan kerusakan pada bangunan, kendaraan, dan infrastruktur sipil.
Serangan ini merupakan bagian dari gelombang rudal Iran yang diluncurkan sebagai respons atas serangan berulang Israel terhadap fasilitas Iran. Beberapa rudal dilengkapi cluster munitions yang menyebar di udara, membuat intersepsi sempurna oleh Iron Dome menjadi sangat sulit. Akibatnya, pecahan rudal jatuh di berbagai lokasi di Tel Aviv, termasuk area permukiman dan pusat kota.
Satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat dampak serangan tersebut. Tim darurat Israel bergerak cepat ke lokasi-lokasi yang terkena, sementara sirene peringatan terus meraung di seluruh wilayah pendudukan. Warga Tel Aviv melaporkan ledakan keras dan getaran hebat yang mengguncang malam mereka.
Militer Iran melalui IRGC menyatakan bahwa operasi ini menunjukkan kemampuan rudal Republik Islam Iran dalam menembus pertahanan musuh. “Kami akan terus membela kedaulatan kami dan membalas setiap serangan dengan lebih keras,” ujar sumber resmi Iran.
Serangan malam itu semakin membuktikan bahwa sistem pertahanan Israel tidak lagi tak terkalahkan, terutama saat dihadapkan dengan taktik rudal canggih dan volume serangan yang masif dari Iran. Konflik kedua pihak masih berlanjut, dengan kedua belah pihak saling balas serang.
Situasi di lapangan terus dipantau. Iran menegaskan, setiap agresi terhadap tanah airnya akan dijawab dengan kekuatan penuh demi membela bangsa dan sekutu-sekutunya di kawasan.






