Dalam wawancara dengan Channel 4 News, sutradara film dokumenter NAZA, Yuval Abraham dan Rachel Szor, menyatakan bahwa pembunuhan massal di Gaza merupakan kebijakan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang terstruktur.
Film ini mengungkap penggunaan sistem target berbasis kecerdasan buatan untuk mengkalkulasi korban sipil dan didasarkan pada kesaksian puluhan tentara serta perwira intelijen Israel.
“KAMI TELAH MENGKHIANATI KODE ETIK ITU”
Dalam wawancara dengan Channel 4 para pembuat film NAZA, Yuval Abraham dan Rachel Szor menggambarkan adanya semacam “kode etik” untuk tetap bungkam mengenai apa yang dilakukan Israel di Gaza. “Kami telah mengkhianati kode etik itu,” ujar Yuval.
Film ini belum tayang di Israel dan mereka akan merilisnya di sana.
“Menurut Anda, dampak apa yang akan muncul terhadap masyarakat Israel jika film ini nantinya ditonton di sana?”
“Itu pertanyaan terbesarnya. Sulit untuk mengatakannya. Menurut saya, dari cara sebagian masyarakat Israel merespons sejauh ini, sudah jelas bahwa akan ada banyak kemarahan dan kritik. Hal itu sudah sangat nyata. Namun di sisi lain, ini adalah topik yang selama bertahun-tahun belum pernah dihadapi atau direnungkan oleh masyarakat Israel.”
[VIDEO]







