Untuk bisa eksis, Israel memerlukan penindasan, perampasan, dan pengusiran orang Palestina

Rabbi David Mivasair, seorang rabi progresif asal Kanada dan anggota organisasi Independent Jewish Voices Canada, membuat pernyataan tersebut di media sosial X. Ia merefleksikan perubahan pandangan pribadinya setelah puluhan tahun menjadi seorang Zionis dan sempat tinggal langsung di Israel.

Konteks Pernyataan

Dalam unggahannya, Rabbi Mivasair menulis:

“Hart, saya adalah seorang Zionis hampir sepanjang hidup saya. Saya bahkan sempat tinggal di Israel selama beberapa tahun. Jadi, Anda tidak perlu mengajari saya soal itu. Butuh waktu puluhan tahun bagi saya untuk melihat realitas bahwa, agar dapat eksis, Israel membutuhkan penindasan, perampasan, dan pengusiran warga Palestina. Sekarang setelah saya melihatnya, saya tidak bisa lagi berpura-pura tidak melihatnya.”

Profil dan Aktivisme Rabbi Mivasair

Rabbi David Mivasair, yang saat ini menetap di Hamilton, Ontario, Kanada, dikenal luas karena keterlibatan aktifnya dalam membela hak-hak warga Palestina:

  • Solidaritas di Lapangan: Pada tahun 2019, ia ditangkap dan ditahan oleh militer Israel di Tepi Barat saat bergabung dengan Center for Jewish Nonviolence untuk memperbaiki jalan akses bagi desa-desa terisolasi Palestina.
  • Aktivisme Anti-Perang: Ia berulang kali ikut serta dalam unjuk rasa pro-Palestina, termasuk aksi yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza.
  • Bantuan Kemanusiaan: Mivasair juga aktif menggalang dana ratusan ribu dolar secara mandiri untuk membantu menyediakan kebutuhan pangan darurat bagi keluarga-keluarga di Gaza.

Karena sikap kritisnya terhadap Zionisme dan kebijakan pemerintah Israel, Mivasair kerap menghadapi penolakan, tuduhan antisemitisme, serta tekanan dari sejumlah organisasi pro-Israel di dalam komunitas Yahudi Kanada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar