Seorang siswa kelas 3 SD Negeri 03 Poncowarno, Lampung Tengah, bernama Reyhan Arisyah Putra (9 tahun), meninggal dunia setelah tersedak biji kelengkeng yang merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa pagi, 22 September 2026.
Berikut adalah poin-poin penting terkait kronologi dan dampak dari insiden tersebut:
1. Kronologi Kejadian
- Makan Sambil Bermain: Korban menyantap buah kelengkeng di dalam ruang kelasnya. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban makan buah tersebut sambil bermain lari-larian bersama temannya, yang kemudian menyebabkannya tersedak biji kelengkeng.
- Penanganan Medis: Pihak sekolah segera melarikan korban ke Puskesmas Poncowarno. Karena kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, korban dirujuk ke RS Kartini Kalirejo. Namun, sesampainya di ruang UGD, petugas medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
- Pemakaman: Pihak keluarga menolak proses autopsi dan jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan pada hari yang sama.
2. Tindakan dan Evaluasi Pihak Terkait
- Evaluasi Menu Buah: Insiden ini memicu evaluasi instan terhadap penyedia makanan sekolah. Muncul desakan kuat agar program MBG ke depannya tidak lagi memberikan buah-buahan berbiji kecil atau utuh yang rawan membuat anak tersedak (seperti kelengkeng, rambutan, atau salak) kepada siswa sekolah dasar.
- Imbauan Ketertiban: Kepala Kampung Poncowarno menyebutkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah berulang kali mengimbau para siswa agar mengonsumsi makanan program MBG dengan tertib dan tidak sambil bermain.
- Penyidikan Kepolisian: Aparat kepolisian setempat saat ini tetap menangani kasus tersebut untuk proses penyelidikan dan penelusuran lebih lanjut.
Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap korban di sekolah.
Peristiwa itu terjadi di SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB. Korban diketahui berinisial RAP (9), siswa kelas 3.
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan korban mengalami kejadian tersebut ketika berada di ruang kelas. Saat menyantap kelengkeng, korban disebut sedang bermain dan berlari-larian.
“Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak,” kata Prenanta.
Korban kemudian keluar kelas bersama temannya, Davin, sambil memegang bagian leher. RAP meminta bantuan kepada penjaga sekolah, Ahmad Surahman.
Ahmad berupaya menolong korban dengan menepuk punggungnya. Namun, upaya tersebut belum membuat kondisi RAP membaik.
Pihak sekolah kemudian membawa korban ke ruang kepala sekolah. Guru dan pihak sekolah turut memberikan pertolongan sebelum korban dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menyebut korban sempat memuntahkan sebagian makanan yang dikonsumsinya. Namun, kelengkeng yang diduga menyumbat saluran pernapasan korban tidak berhasil keluar.
“Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar,” ujar Prenanta.
RAP kemudian dibawa ke Puskesmas Poncowarno. Dari sana, korban dirujuk ke RS Kartini karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Setibanya di ruang UGD, petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap korban. RAP kemudian dinyatakan meninggal dunia.
“Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Prenanta.
Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban tersedak hingga meninggal dunia.
Keluarga korban, kata Prenanta, menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Sehingga, korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dilakukan pemakaman,” pungkasnya.








duuuh setengah langit repotnya mbg
harusnya ada pelatihan gawat darurat pompa jantung, tersedak, napas buatan, dan penanganan korban kecelakaan dsb. apalagi sekolah rentan kena, banyak murid² kcil. jadi skill wajib guru
kondisi hidup di Konoha : dimaki presiden. dijerat pajak. dikepung asap. diintai bencana. dihantui racun. disiram air keras. dikepung banjir. diancam preman. dikeroyok buzzer. nyari duit susah. harga barang selangit. nanggung utang negara.
terwo si af dran-drun: sudah takdir