Setidaknya ada 6 dosa Indonesia di mata Iran

Setidaknya ada 6 dosa Indonesia di mata Iran:

  1. Bakamla RI menangkap super tanker MT Arman 114 berbendera Iran di Laut Natuna Utara pada Juli 2023.
  2. Menolak keikutsertaan Iran dalam Multinational Naval Exercise Komodo (MNEK) di Bali, 15-22 Februari 2025.
  3. Bergabung dengan BoP.
  4. Tidak mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei.
  5. Tidak mengucapkan selamat atas diangkatnya Mujtaba Khamenei.
  6. Tidak mengutuk agresi Amerika dan Israel ke Iran.

🇲🇾Iran bolehkan kapal tanker Malaysia lewati Selat Hormuz. Sementara RI, masih perlu putar otak. Prabowo minta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia cari minyak ke negara lain.

“Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” ungkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Hingga 26 Maret 2026, dua kapal tanker Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Teluk Arab. Sementara selain Malaysia, sejauh ini tercatat ada lima negara lain yang mendapat lampu hijau melewati Selat Hormuz yaitu China, Rusia, India, Irak dan Pakistan.

***

Gede Pasek Suardika: “Jujur harus diakui, pemimpin Indonesia salah langkah untuk diplomasi Internasional. Masuk ke BoP, terlalu mesra dengan AS Israel menjadi kesulitan diplomasi Indonesia dengan Iran ketika perang teluk terjadi.

Apalagi pemimpin Indonesia gagap dan gugup saat menyampaikan duka cita kepada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beberapa waktu lalu. Itu sangat memukul perasaan Iran yang selama ini menganggap Indonesia adalah sahabatnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Emang gampang nyari minyak sekarang? Beli minyak gak spt beli bensin eceran. Apalagi dg kualitas pejabat spt Bahlil yg lemah negoisasinya. Malaysia sj yg punya Petronas kelimpungan beli minyak mentah ke Iran …

  2. Islam mengajarkan keburukan dibalas dgn kebaikan. Dalam situasi spt sekarang, sungguh sangat bermartabat jika Iran mengizinkan kapal Indonesia melintas.
    Dan Indonesia harus flashback menyelesaikan yg menjadi persoalan kebelakang.
    Jadi ketika Iran mengizinkan, langsung disambut dgn solusi, jangan cengengesan, yg bermartabat juga membawa nama Indonesia.
    Terimakasih Iran..