Selain gak punya ijazah SMA, Gibran juga gak punya malu

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang setara dengan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Berdasarkan catatan persidangan di Situs Resmi Mahkamah Konstitusi, majelis hakim menyampaikan bahwa dokumen yang dilampirkan dalam proses pencalonan hanya berupa certificate of attendance (sertifikat kehadiran), bukan bukti kelulusan tamat sekolah setingkat SMA.

“Dengan demikian, berdasarkan bukti-bukti dan fakta yang terungkap dalam persidangan, Mahkamah tidak menemukan atau mendapatkan bukti yang meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma di luar negeri yang dijadikan dasar untuk disetarakan dengan berpendidikan tamat paling rendah sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat,” kata hakim MK Arsul Sani saat membacakan putusan MK, Selasa (6/10/2026).

Selain gak punya ijazah SMA, Gibran juga gak punya malu…

Hal itu diakui sendiri oleh Gibran di jejak digital akun twitternya:

“Awokwowkwkwowk tapi saya gak punya malu pak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

    1. Ini awalnya kan mana yang lebih jauh dari Islam mana yang lebih dekat. Bukan Islam itu sendiri, tapi yang mendekati dan yang terlihat menjauhi…. Dari situ saling mendukung dan saling menyerang.

      Akhirnya jelas, yang anti Islam kemana. Dan yang terlihat lebih ke arah Islam kemana… Ini awal saling gesekan.

      Tapi intinya memang konflik Agama. Terutama Islam vs Kristen

      Sekali lagi ini bukan tentang Islam atau bukan. Tapi ini tentang terlihat ke arah Islam atau agak menjauh dari Islam.

      Jadi:

      – kalau ada yang agak jauh dari Islam (menurut perasaannya): PARA ANTI ISLAM BERKELOMPOK DISINI, TIDAK PEDULI IJAZAH PALSU ATAU TIDAK.

      – kalau ada yang dirasa lebih dekat ke Islam (menurut perasaannya): YANG BERIMAN PASTI BERKELOMPOK DISINI.

      Kesimpulan:

      Konflik Agama? INDIRECTLY, YES!

      Bukan tentang Islam, tapi mana yang agak jauh dan mana yang agak dekat? DIRECTLY, YES!..