Legenda Liverpool, Sadio Mane, telah memulai karier baru yang unik dengan mendirikan bisnis mangga di negara asalnya, Senegal.
Ia dikabarkan telah menginvestasikan dana sebesar USD20 juta (Rp 350 M) dalam sebuah proyek bernama SM10 Agro. Usaha ini terutama akan memberikan manfaat bagi kampung halamannya di Bambali, sebuah desa yang terletak 250 mil dari ibu kota negara, Dakar.
Bisnis milik pemain timnas Senegal ini diproyeksikan akan menciptakan 1.000 lapangan kerja. Ia memastikan pembangunan kebun mangga, pabrik pengolahan, dan sekolah tinggi pertanian sebagai bagian dari rencananya.
Dalam konferensi pers menjelang peletakan batu pertama pada hari Sabtu, 19 September 2026, Mane berkata: “Wilayah Sedhiou kehilangan 30 hingga 40 persen dari hasil panen mangganya akibat kegagalan dalam penyimpanan dan pengolahan yang tepat. Saya ingin kekayaan tanah kita tetap berada di sini, bersama kita di Senegal. Inisiatif ini akan mempekerjakan 1.000 orang sejak awal.
“Pabrik pengolahan akan didirikan di Bambali, dan salah satunya akan dikhususkan untuk memproduksi mentega mangga. Akan ada pula perkebunan mangga seluas 500 hektar serta pendirian sekolah tinggi pertanian.
“Saya ingin kaum muda dan perempuan di wilayah saya mendapatkan kesempatan nyata untuk mengenyam pendidikan. Layanan transportasi dan pengiriman untuk SM10 Agro juga secara tidak langsung akan menciptakan lapangan kerja tambahan.”
Aksi filantropi Mane di negara asalnya sudah sangat dikenal luas. Saat pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020, pemain sayap ini menyumbangkan £41.000 kepada Komite Nasional Senegal yang berjuang melawan virus tersebut. Ia juga membangun rumah sakit umum senilai £455.000 yang dilengkapi dengan unit perawatan bersalin.
Mantan bintang Red Bull Salzburg ini juga menyumbangkan £250.000 untuk pembangunan sekolah menengah umum gratis serta menyediakan perangkat laptop. Dia juga mendanai pembangunan SPBU dan kantor pos di Bambali.
Mane memenangkan enam trofi, termasuk Liga Premier dan Liga Champions, selama waktunya di Liverpool.
Setelah mencetak 120 gol dalam 269 pertandingan di Anfield, ia pindah untuk berkarier di Bundesliga, namun kiprahnya di sana tidak berjalan sesuai rencana. Setelah gagal memberikan dampak signifikan di Jerman, ia bergabung dengan Al-Nassr Saudi setahun kemudian, klub tempatnya bermain hingga saat ini.







