Qatar menyatakan sedang bekerja sama dengan berbagai mitra di kawasan maupun di seluruh dunia, termasuk Tiongkok, untuk melanjutkan kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mendukung dialog sebagai jalan penyelesaian konflik Iran-AS dalam pembicaraannya dengan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.
“Tekanan melalui senjata dan meriam bukanlah jalan keluarnya,” ujar Wang dalam pertemuan mereka di Beijing, Selasa 8 September 2026.
Pernyataan tersebut menyoroti peran strategis Qatar dan China yang mendorong jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Sikap ini menegaskan bahwa tekanan militer (“senjata dan meriam”) tidak akan menyelesaikan konflik, melainkan dialog regional dan global yang melibatkan kekuatan besar seperti China.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, secara tegas menyatakan dukungan terhadap jalur dialog dan menolak penggunaan kekuatan militer untuk menyelesaikan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, di Beijing pada 8 September 2026.
Berikut adalah poin-poin penting dari pertemuan dan dinamika diplomatik terkait:
- Sikap China: Wang Yi menekankan bahwa “tekanan melalui senjata dan meriam (militer) bukanlah jalan keluar”. China menilai situasi tegang di kawasan Teluk telah sangat mengancam keamanan negara-negara sekitar dan mendesak agar implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran yang baru saja kedaluwarsa tetap diupayakan sebagai jalan damai.
- Upaya Diplomatik Qatar: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi bahwa mereka sedang bekerja sama dengan mitra regional dan global, termasuk China, untuk melanjutkan kembali meja perundingan antara AS dan Iran.
- Kepentingan Kawasan: Qatar menggarisbawahi bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan prioritas utama yang sangat krusial bagi stabilitas ekonomi dan keamanan seluruh negara di kawasan tersebut, mengingat jalur perdagangan maritim saat ini terganggu parah.
- Keterlibatan Global Lainnya: Selain China dan Qatar, Rusia dan Arab Saudi juga dilaporkan sedang mendorong solusi kompromi agar kesepakatan diplomatik antara Iran dan AS dapat dipulihkan demi meredakan eskalasi konflik yang melibatkan AS dan Israel.
Sumber: Aljazeera







