Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universita Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto melontarkan kritik keras kepada kebijakan pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo terkait soal pendidikan hingga mengakibatkan adanya korban bunuh diri karena tidak mampu membeli pena dan buku.
Bukan itu saja, Tiyo Ardianto juga menyebut Presiden dan pejabatnya bodoh.
βPRESIDEN BODOH. Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinnya,β tulis Tiyo di akunnya.
Dalam postingan Ketua BEM UGM ini di akun @tiyoardianto_, ia juga mengirim surat kepada UNICEF soal kematian bocah 10 tahun karena bunuh diri akibat kemiskinan yang dialaminya.
Unggahan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto itu memantik reaksi yang cukup besar. Hingga saat ini unggahan itu sudah mendapat puluhan ribu respon serta ribuan komentar.
Sebagian besar mengapresiasi kritik berani dari Tiyo Ardianto tersebut sekaligus menyebut sebagai realita yang nyata.
Namun ada juga yang khawatir Tiyo akan mendapat dampak yang tidak diinginkan.
“Gaes tolong dicek ketua BEM UGM masih aman ga ya πππ,” cuit akun X TxtdariUGM @Txtdariiugm.







Komentar