Pengemudi Ojol Dan Guru Meninggal Saat Asap Pekat Karhutla Menyelimuti Kota

Indonesia gagap. Hanya bisa pidato dan rapat. Padahal jutaan manusia di luar sana berbulan-bulan sudah sekarat.

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia pada Oktober 2026 telah memakan korban jiwa. Dua di antaranya adalah seorang pengemudi ojek online (ojol) di Palembang dan seorang guru honorer di Banjarmasin yang meninggal dunia setelah mengalami sesak napas akut akibat penyakit asma mereka kambuh terpapar asap.

Berikut adalah detail dari kedua peristiwa memilukan tersebut:

1. Pengemudi Ojol di Palembang, Sumatra Selatan

  • Korban: Ardiansyah (41), seorang driver ojol warga Kertapati, Palembang.
  • Kronologi: Korban meninggal dunia pada Jumat, 2 Oktober 2026 pagi. Ardiansyah memiliki riwayat penyakit asma. Selama dua bulan terakhir, ia tetap harus bekerja di luar ruangan menembus kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Palembang. Kondisi udara yang buruk (bahkan parameter PM2.5 sempat menyentuh level berbahaya mendekati angka 500) membuat intensitas batuk dan sesak napasnya memburuk hingga merenggut nyawanya.

2. Guru Honorer di Banjarmasin, Kalimantan Selatan

  • Korban: Lisna / Lisnani (29), guru honorer di SDN Tanjung Pagar 3 Banjarmasin.
  • Kronologi: Korban meninggal dunia pada Sabtu malam, 27 September 2026 dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sama seperti Ardiansyah, Lisna memiliki riwayat penyakit asma bawaan yang terus memburuk akibat kepungan asap karhutla di Banjarmasin. Meskipun pihak sekolah sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa, para guru tetap diwajibkan melakukan mobilitas untuk urusan mengajar, sehingga ia terpaksa terus menerobos kepungan asap. Sebelum mengembuskan napas terakhir, ia sempat menitipkan pesan terakhir yang menyayat hati kepada ibunya, “Tolong jaga anakku” (putrinya yang masih berusia 5 tahun).

BACA SELENGKAPNYA: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cmy0rl85yl99o

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar