Kekalahan telak SDF (milisi Kurdi komunis) dari pemerintah Suriah menunjukkan bahwa Amerika kerap gagal membentuk pasukan proksi yang kuat.
Sebelum SDF, kehancuran paling memalukan dari pasukan bikinan AS adalah ANA (Afghan National Army/Tentara Nasional Afghanistan), yang dibikin bubar tak bersisa oleh Taliban.
Sedangkan di Irak, pengaruh Amerika kalah dari gembong Syi’ah seperti Muqtada al-Sadr.
Padahal ketika membuat pasukan, effort (upaya) AS sangat besar, bukan cuma melatih namun sampai urusan “pakan harian” mereka pun disuapkan.
ANA terkenal dengan korupsinya yang sangat gila. Saking parahnya sampai punya yang namanya divisi pasukan hantu, alias pasukan fiktif. Gajinya dibayar rutin oleh AS, tapi ternyata orangnya tidak ada. Uang Amerika digasak oleh komandan abal-abal yang tak punya satupun anak buah.
Kemungkinan SDF mengalami penyakit serupa ANA, di luar kekuatan inti yang berasal dari sayap militer ormas kiri radikal, YPG dan YPJ (perempuan), SDF sebetulnya kopong. Dari yang konon 100.000 petempur tangguh, riilnya sebagian besar adalah milisi cosplay.
Ini berbeda jauh dengan umat Islam, yang sukses membangun pasukan dari 0 dan minim modal. Sebagaimana Jaulani (Suriah), Mullah Muhammad Umar (Taliban Afghanistan) dan Syaikh Ahmad Yassin (Hamas Palestina). Sekarang ketiga kekuatan itu memiliki pasukan yang setara dengan sebuah negara, bahkan lawannya pun superpower semua.
(Pega Aji Sitama)







Komentar