Jika saya duduk bersama/di dekat orang, dan mengambil sikap bersedekap seperti ini, bisa jadi karena satu dari tiga kemungkinan:
Pertama, saya tidak ingin lawan bicara saya mendekat (Sampean di situ saja).
Kedua, bisa jadi karena saya sedang jengkel atau marah dengan lawan bicara saya (kalau saya ketemu Ki Imad sekarang, mungkin akan bersikap seperti ini).
Ketiga, defensif (siapa tahu lawan bicara kurang aman, jadi saya pasang mode bertahan).
Tapi semoga Dubes Iran bersedekap bukan karena ketiganya, atau semoga bukan karena salah satunya.
Kendati pun benar, masih bisa dimaklumi. Tangan yang sama pernah bersalaman dengan Netanyahu, soalnya.
Allahumma ashlih bain al-muslimin.
(Rumail Abbas)
*Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengunjungi Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammed Boroujerdi di kantor Kedubes Iran di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (27/3/2026).







Jadi budak 🗽 liberal Amerika Serikat dan Israel dukung LGBT ayo, dikasih suap oleh Cina oke, korupsi di kemenag termasuk haji gas, dulu dukung syiah gak masalah 🤣