🔴Laporan dari pihak oposisi Saudi mengindikasikan adanya konflik sengit yang kian memanas antara Mohammed bin Salman dan saudaranya, Menteri Pertahanan Khalid bin Salman. Keretakan hubungan di antara keduanya telah mencapai tahap serius, ditandai dengan aksi saling tuduh secara langsung terkait tanggung jawab atas situasi militer yang dihadapi Arab Saudi dalam konfrontasinya dengan Ansar Allah.
Mohammed bin Salman baru-baru ini menyampaikan kepada Khalid bin Salman bahwa ia telah menaruh kepercayaan kepadanya—dengan menunjuknya memimpin Kementerian Pertahanan untuk membangun angkatan bersenjata tangguh yang mampu menghadapi Ansar Allah—namun, setelah bertahun-tahun memimpin dan menghabiskan dana ratusan miliar untuk sektor militer, Khalid dianggap gagal mewujudkan hal tersebut. Mohammed bin Salman menuduh saudaranya melakukan korupsi administratif dan penggelapan dana, serta mengklaim bahwa Khalid telah mengubah militer Saudi—meskipun dana yang digelontorkan sangat besar—menjadi kekuatan yang tak lebih dari sekadar “besi tua” yang tidak mampu menghadapi Ansar Allah.
Khalid bin Salman menepis tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa tanggung jawab bukan terletak pada dirinya, melainkan pada Mohammed bin Salman sendiri; dialah yang, akibat penilaian yang keliru, telah menyeret Arab Saudi ke dalam perang yang gegabah melawan Yaman sejak awal. Menurut sumber-sumber oposisi, Khalid bin Salman mengatakan kepada saudaranya bahwa reformasi atau belanja militer sebesar apa pun tidak akan mampu membuat militer Saudi sanggup menghadapi Ansar Allah. Ia berpendapat bahwa akar masalahnya terletak pada keputusan awal untuk berperang, cara Mohammed bin Salman memulai konflik tersebut, serta keengganannya untuk belajar dari sejarah Yaman dan karakteristik peperangan di wilayah itu.
Konflik antara keduanya kini telah mencapai titik kritis; ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat antara Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan mengenai pengelolaan perang, melainkan telah berkembang menjadi perebutan kekuasaan di dalam keluarga kerajaan itu sendiri. Terdapat perpecahan faksi yang nyata di dalam keluarga Saud; sebagian pangeran mendukung Khalid bin Salman, sementara yang lain berada di pihak Mohammed bin Salman. Hal ini mengisyaratkan bahwa keretakan hubungan kedua bersaudara tersebut sedang berkembang menjadi konflik internal keluarga yang lebih luas terkait masalah tanggung jawab, pengaruh, dan masa depan kekuasaan.
Yang lebih mengkhawatirkan, konflik ini mungkin tidak akan berhenti pada aksi saling tuduh semata. Laporan yang muncul dari Arab Saudi mengindikasikan bahwa Mohammed bin Salman mungkin berupaya mendepak Khalid bin Salman dari Kementerian Pertahanan dan meminta pertanggungjawabannya atas kegagalan militer yang terjadi. Di sisi lain, beredar kabar bahwa Khalid bin Salman mungkin akan mengambil langkah antisipatif untuk mendahului tindakan tersebut; Dalam skenario terburuk, perselisihan antara keduanya dapat memuncak menjadi kudeta militer terhadap Mohammed bin Salman yang dipimpin oleh Khalid bin Salman—dengan memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan Kementerian Pertahanan serta dukungan dari para pangeran sekutu.
Konflik ini muncul pada saat yang sangat krusial bagi Mohammed bin Salman. Pada bulan September 2026, The New York Times mengonfirmasi bahwa Putra Mahkota secara pribadi telah meminta intervensi militer kepada Donald Trump untuk menghadapi Ansar Allah, seraya memohon bantuan guna menghentikan laju pergerakan mereka. Reuters juga mengonfirmasi bahwa Arab Saudi telah meminta dukungan militer AS menyusul kemajuan signifikan yang dicapai Ansar Allah, seraya mencatat bahwa serangan tersebut telah menyingkap kegagalan intelijen dan kekeliruan perhitungan pihak Saudi.
Sementara itu, Khalid bin Salman telah terjun ke jantung institusi militer jauh sebelum ia memegang jabatan menteri. Ia diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada Februari 2019 dan segera menjalankan tugasnya; kemudian, ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan pada 27 September 2022—hari yang sama saat Mohammed bin Salman menjabat sebagai Perdana Menteri. Dengan kata lain, Mohammed bin Salman sendirilah yang secara bertahap menempatkan saudaranya di pusat institusi militer sebelum akhirnya menyerahkan kendali penuh atas Kementerian Pertahanan kepadanya.
Lebih jauh lagi, sejak Khalid bin Salman memimpin Kementerian Pertahanan, pendanaan tidak pernah menjadi masalah. Sektor militer Saudi mendapatkan alokasi anggaran sebesar 259 miliar riyal pada tahun 2023, 269 miliar pada 2024, 272 miliar pada 2025, dan 240 miliar pada 2026—sehingga total alokasi militer selama empat tahun tersebut mencapai sekitar 1,04 triliun riyal Saudi.
Justru di sinilah letak signifikansi perselisihan antara kedua bersaudara tersebut. Pada dasarnya, Mohammed bin Salman berargumen bahwa ia telah memberikan kementerian, waktu, dan dana kepada saudaranya untuk membangun kekuatan militer yang diinginkan, namun kini justru menuduhnya gagal serta melakukan korupsi dan penggelapan dana, bahkan mengubah angkatan bersenjata menjadi sekadar tumpukan besi tua. Di sisi lain, Khalid bin Salman berargumen bahwa uang dan persenjataan tidak dapat memperbaiki kesalahan awal Mohammed bin Salman; ia menegaskan bahwa Mohammed bin Salman sendirilah yang menyeret Arab Saudi ke dalam perang ini serta keliru dalam menilai situasi terkait Yaman dan Ansar Allah sejak awal. Dengan turut campurnya para pangeran lain dalam kemelut ini, perselisihan tersebut tidak lagi sekadar mengenai siapa yang gagal mengelola Kementerian Pertahanan; konflik ini telah berkembang menjadi pertikaian di jantung kekuasaan—sesuatu yang dapat memicu konsekuensi jauh lebih serius daripada sekadar pergantian menteri.








Kenapa Kaum Syiah sangat benci dengan Saudi?
Jika di forum sosial media, anda menemukan komentar yang sangat berlebihan membenci Saudi dan mengumbar kata Wahhabi maka kemungkinan besar dia seorang syiah atau pecandu syirik.
Lalu mengapa mereka (syiah) sangat membenci Arab Saudi dan Ibn Wahhab?
Kekalahan Kerajaan Majusi Persia Oleh bangsa ArabTak dipungkiri penaklukan Khalifah Islam sudah menjadi bagian sejarah dendam orang Majusi Persia.
Pada tahun 14H adalah tahun pokok dan asas dari kebencian kaum Rafidhah terhadap Islam dan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qadisiyyah yang berakibat takluknya kerajaan Persia Majusi, nenek moyang kaum Rafidhah. Pada saat itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Pada tahun 16 H. Kaum muslimin berhasil menaklukkan ibu kota kekaisaran Persia, Mada’in.
Dengan ini hancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kaum Rafidhah hingga saat ini. Trik adu domba dan bertaqiyah pura-pura sebagai orang Islam adalah senjata syiah untuk menghancurkan umat Islam dari dalam. Bersama khawarij, syiah telah menghasilkan sejarah berdarah seperti perang Unta, Siffin, dan terbunuhnya Umar, ra, Utsman, ra, Ali, ra, Husein, ra. Dendam itu terus dipompa sampai sekarang, dan kebencian syiah seperti Darah Umat Islam halal ditumpahkan.
Fakta Sejarah Jaman Nabi dan Rasul Kaum Kafirun Musyrikin adalah Penentang Ajaran Tauhid.
Sudah jamak para para penyampai tauhid itu di musuhi, bahkan menjadi bagian sejarah panjang para nabi, rasul, ulama mendapat tantangan dalam dakwah tauhid tapi manusia malas membaca sejarah.
Dan tidak ada satupun nabi, rasul yang tidak mendapat tantangan hebat dalam dakwah tauhid. Beliau-beliau akan selalu di fitnah dengan mulut-mulut kebencian para munafik. Bahkan rasulullah Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya digelari Al-amin mendapat gelar Majnun (orang gila) dari kaum munafikun. Nah sejarah berlanjut Kaum Syiah adalah kaum musyrik rangking satu sesatnya sekarang.
Ambisi Untuk menghancurkan Ka’bah
Dari literatur syiah sendiri digambarkan bahwa Imam Mahdi Syiah akan menghancurkan Ka’bah. Hal senada juga dengan orang-orang syiah yang sejak dulu terkenal sebagai pembantai jemaah haji, pencuri Hajar Aswad, dan ancaman Ka’bah akan dihancurkan orang Syiah. Bahkan Era Modern ini para Hizbuzyaiton dan Syiah Houthy berencana menyerang Ka’bah.
Khiwani seorang syiah pernah mengancam akan menyerang Makkah, tapi dia tewas sebelum melaksanakan rencananya oleh serangan Saudi
Emperium Persia Raya Iran tidak mampu mewujudkan impiannya karena wilayah Persia Raya tidak akan bisa tanpa menyingkirkan Arab, Irak, Pakistan, Afghanistan, Kaukasia, yang di dominasi Ahlu Sunnah. Dan Arablah pusat ritual Islam. Jika anda pernah mendengar Ka’bah mau dipindahkan orang syiah, itu tidak lebih rasa dengki sama orang Arab. Sebagian orang yang tidak suka dengan dakwah tauhid, menjuluki para da’i yang mengajak untuk bertauhid yang benar dengan julukan “wahabi”.
Diantara perkara yang banyak diingkari para pembenci dakwah tauhid adalah larangan syariat terhadap ibadah di kuburan dan ngalap berkah di kuburan. Para da’i yang memperingkatkan hal ini pun lantas dijuluki “wahabi”. Padahal diantara para pembenci tersebut banyak yang menisbatkan diri pada madzhab Syafi’i, sedangkan para ulama madzhab Syafi’i pun melarang beribadah di kuburan dan ngalap berkah di sana.
hadeeeuuhh….. kok. dibawa kesana…..ini tentang politik bung…..saudi berdiri diatas penghianatan khilafah Islam…. paham
Kuburan pala loe….Andai Nabi bangkit dari kubur tak ada satupun umat Islam yang menyembah beliau..apalagi alasan nyembah kuburan…
“Demi Allah, bukan kemusyrikan yang aku khawatirkan menimpa kalian setelah peninggalkanku, tetapi aku khawatir kalian berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
WOYYY Wahabi Gilak
bosan kau komen komen begini terus…
tuh si mossad bin shalom bani saud badui lagi berkelahi dengan adiknya
mudah mudahan saling bunuh mereka
berita itu bahas
bukan Syi’ah Syi’ah Syi’ah mulu
Gilak kalian semua Wahabi
Dalam kitab Syiah ar-Raudhah min al-Kafi (hal. 245) disebutkan, ((Dari Hanan, dari bapaknya, dari Abu Ja’far ‘alaihis salam, ia berkata, “Sesungguhnya para manusia telah murtad sesudah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali hanya tiga orang.” Lantas aku bertanya: “Siapakah tiga orang itu?” Dia menjawab: “Al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghifary dan Salman al-Farisy.”)).
Di antara yang dituduhkan gerombolan orang-orang Syiah Rafidhah terhadap amirul mukminin Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu; apa yang disebutkan oleh Zainuddin al-Bayadhy dalam kitabnya ash-Shirath al-Mustaqim ila Mustahiq at-Taqdim (jilid III, hal. 30), ((Pada suatu saat di zaman Utsman didatangkan seorang perempuan untuk dihukum hadd, lantas oleh Utsman perempuan tersebut dizinai terlebih dahulu baru kemudian diperintahkan untuk dirajam)).
Belum puas Syiah Rafidhah dengan tuduhan keji ini, bahkan dalam kitab yang sama dan halaman yang sama disebutkan bahwa Utsman itu termasuk orang-orang yang dipermainkan (para laki-laki) dan bertingkah laku seperti perempuan, serta suka main rebana.
Orang-orang Rafidhah mengkafirkan golongan Ahlusunnah
Al-Faidl al-Kasyany dalam kitabnya Minhaj an-Najah (hal. 48) berkata, “Barang siapa yang mengingkari keimaman salah seorang dari mereka (yakni para imam yang dua belas), maka sesungguhnya dia itu sama dengan orang yang mengingkari kenabian seluruh para Nabi.”
Berkata al-Maamaqaany dalam kitabnya Taudhih al-Maqaal (jilid I, hal. 208), “Kesimpulan yang dapat diambil dari kitab-kitab, bahwa setiap yang tidak bermazhab itsna ‘asyar (Syi’ah) akan diterapkan baginya hukum orang kafir dan musyrik di akhirat.”
Dengarlah orang-orang Rawafidh yang terang-terangan melaknat para ulama Islam seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan Samahah asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahumullah: “Ini syeikh Bin Baz, kalian anggap dia itu syaikh?! Wahai orang-orang yang najis!, orang-orang yang kotor!, wahai para pengikut Ibnu Taimiyyah si anjing itu! Wahai para pengikut Bin Baz al-Munafiq si buta mata dan hati! Semoga Allah melaknat dia!!! Semoga Allah melaknat dia!! Anjing kalian ikuti?!, kalau bukan karena kalian binatang niscaya kalian tidak akan mengikuti binatang, babi seperti Bin Baz!!!)). Wa laa haula wa laa quwwata illa billah.
perkataan pendeta Syiah kok persis kata2 kotor orang Syiah yg komen ya., maklumi saja memang begitu kelakuan Syiah..
ya begitulah kelakuan Syiah :
Al-Kulaini dalam Ushul al-Kafi (hal. 482-483) menyebutkan, ((Abu Abdilah berkata, “Wahai Abu Umar, sesungguhnya 9/10 agama kita terletak di dalam taqiyyah, barang siapa yang tidak bertaqiyyah, maka dia dianggap tidak mempunyai agama!!”)).
Jangan pernah percaya perkataan Syiah. Hati2 umat Islam, pegang akidah Islam kuat2.
Silakan sesama bani saud al badui berhantam sesama mereka..umat islam tidak ada kepentingan…..kota mekkah bukan milik bani saud… kembalikan hijaz sebagi daerah otonom…. selama 1000 tahun generasi salaf menguasakan pada ahlil bait….
bani saud dari najed tanduk setan sdh terbukti sesuai hadist Nabi sebagi pembawa bencana……sampai sampai tidak ada satupun ulama salaf berasal dari sana….
Iraq bukan Najed..terbukti banyak ulama dari Iraq….
MBS VS KBS silakan berantam semoga kerajaan antum segera hancur..dari 1929 – 2029..sdh dekat…
Jangan percaya apa kata Syiah. Mereka suka taqiyah
bani saud dan bani slafy jualan syirik demi kuasa dan harta dunia yang sedikit….pada baginda Nabi bersabda :
“Demi Allah, bukan kemusyrikan yang aku khawatirkan menimpa kalian setelah peninggalkanku, tetapi aku khawatir kalian berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
woiy…penyembah Bani SAUD dan wahaboy sahpih….SAUD itu bukan Islam, yang bersebrangan dengan SAUD dianggap kafir.. amerika dan israel sudah yang jelas kafir.dianggap sahabat picik sekali pikiranmu…..kalo wahabi salah pi ngaku mengikuti Rasulluloh Muhammad SAW, harunya yang diterapkan pake sistem KHILAFAH Bukan Monarki…Mengharamkan yang Haram menghalalkan yang halal…ini malah mengudang kemaksiatan ngudang artis kafir untuk bermaksiat dengan alasan untuk ekonomi…Picik sekali…kau mudahnya bilang yang ga suka SAUD syiah…lu..antek antek SAUD bermesraan dengan USA dan IsraHel….ga pernah berkaca…
difase akhir zaman memang akan terjadi kekacauan dikeluarga kerajaan SAUD dan saling membunuh…coba cek lagi ceramahnya ustd Zulkifli Mali..