Kembali ke Islam

Oleh: Arif Wibowo

Sisi menarik lain dari media sosial adalah menemukan puzle-puzle cerita yang tidak dijumpai di buku.

Kalau mencermati apa yang ditulis Guillot dalam buku “Kiai Sadrach, Riwayat Kristenisasi di Jawa“, guna kepentingan penjinakan orang Jawa maka kolonial Belanda menjalankan politik Kristenisasi melalui tiga jalur.

– Pertama, Jalur lembaga misi melalui Netherland Zending Gnootschap (NZG) dengan proyek utama penerjemahan Bible ke dalam bahasa Jawa. Lembaga misi tersebut akhirnya juga menjalankan politik nativisasi dengan mengembalikan kembali sastra pra Islam ke khalayak ramai.

– Kedua adalah jalur penginjilan awam yang sepembacaan saya ada tiga tokoh utama dalam gerakan ini, yakni, Coenraad Laurens Coolen, Ibrahim Tunggul Wulung dan Kiai Sadrach.

– Ketiga adalah jalur gereja resmi dengan cara penanaman gereja. Nama Johanes Emde dengan dua murid utamanya, Paulus Tosari dan Carolus Wiryoguno pendiri Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) adalah tokoh-tokoh utama dalam jalur ini.

Tentang GKJW ini menarik. Dalam perbincangan saya dengan teman SMA darah birunya melalui dua jalur, Diponegoro dan Mangkunegaran, beliau menceritakan wasiat dari sang Pangeran agar anak turunnya memegang erat Islam dan mendakwahkannya.

Pada masa itu tidak mudah, sebab selalu ada teror yang membayangi para leluhurnya, hingga harus hijrah ke Pati dan kemudian mendirikan pesantren ke sana.

Dan, singkat cerita, akhirnya tetap ada keturunan Diponegoro yang karena tekanan dan lobi misionaris akhirnya masuk Kristen bahkan menjadi tokoh Kristen di Jawa Timur.

Namun, lanjut teman saya itu, kini keturunannya sudah masuk Islam.

Jadi, apakah yang dimaksud teman saya itu adalah Carolus Wiryoguno alias Raden Paing itu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *