“Kamu sok tahu”

Saya sudah berkali-kaalai menulis soal ini. Berkali-kali, berkali-kali, berkali-kali. Dan selalu saya posting ulang saat nemu netizen komen begitu begonya.

Kalian lihat tabel yang saya sertakan di tulisan ini. Tabel RASIO UTANG tiga negara. Jepang, Singapura dan Indonesia.

Maka, jika kamu sok tahu-nya kebangetan, kamu akan komen jejeritan: “Tuuh! Jepang saja rasio utangnya 235% loh. Singapura 168%. Indonesia itu masih amaaaaan sekali.” Atau kamu akan jejeritan komen, “Indonesia tuh cuma 33 juta per penduduk, anak di Jepang lahir langsung nanggung 1,1 miliar. Di Singapura langsung kebagian 2,5M.”

Itu tuh komen begoooo banget.

Ya Allah, saya kadang bingung lihat netizen-netizen ini. Mereka tuh belajar ekonomi di mana sih?

Baiklah, saya jelaskan cepat, untuk kesekian kalinya:

1. 🇯🇵 Jepang itu adalah “bank”. Mereka “pinjam” dari rakyatnya, dalam bentuk YEN. Dengan bunga super rendah. Lantas, itu uang dipinjamkan ke negara-negaraa lain. JEPANG adalah PEMBERI PIUTANG RAKSASA di dunia ini. Maka, jika kamu hitung total nilai yaang mereka pinjamkan ke LN, piutang, aset-aset dikurangi utangnya, dus nilainya lebih besar asetnya.

2. 🇸🇬 Pun sama dengan Singapura, ini lebih crazy lagi. Singapura adalah “investor”, jago banget urusan pinjam meminjam. Singapura bisnisnya memang itu. Mereka tidak punya gunung emas, lautan sawit, dll. Maka, bayi di Singapura, saat brojol, lahir, mereka sejatinya malah kebagian nilai aset berkali lipat dibanding “utang semu” Rp 2,5M/penduduk. Paham tidak?

3. 🇮🇩 Sementara Indonesia? 9500 triliun itu semua utaaaang! Dan Indonesia tidak ngasih pinjaman kemana-mana. Alias itu murni 100% utang. Kita utang buat keren-kerenan MBG, IKN, Whoosh. Maka, meskipun rasio utangnya hanya 40%, nilai utang per penduduk 33 juta, itu tuh 100x lebih mengkhawatirkan dibanding Jepang dan Singapura.

    Karena di Indonesia itu, debt service ratio-nya adalah 47%. Paham tidak kamu? Total cicilan+bunga per tahun, menghabiskan 47% pendapatan negara.

    Jepang+Singapura adalah net creditor. Indonesia? Tukang utang betulan.

    Ayolah, naikkan dikit literasi ekonominya. Biar tidak kelihatan bodoh. Jangan coba-coba ikutan komen ttg rasio dan angka-angka utang negara tetangga jika kamu tidak tahu substansinya. Isin.

    (Tere Liye, wisudawan terbaik Fakultas Ekonomi UI 2002)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    1 komentar

    1. Simpelnya begini pemerintah Jepang & Singapore itu ibarat Kepala Keluarga yg ngutang sama istri dan anak2nya utk modalin usaha di tetangga2nya sebelah rumah, dia tinggal menikmati hasilnya tanpa perlu susah payah dan khawatir utangnya akan ditagih krn anak & istrinya menikmati hasil usahanya jg. Sedangkan Indonesia itu ya ibaratnya salah satu si tetangga Jepun dan Si Ngapur itu, duitnya habis buat mbangun rumah mewah (baca IKN) biar kliatan kaya raya, beli kereta mewah (baca KCIC) dan makan2 tiap hari …