Iran Tidak Sedang Berperang, Mereka Sedang Bermain Catur

PERMAINAN IRAN

Putin bilang, Iran tidak sedang berperang. Mereka sedang main catur. Langkahnya presisi, waktunya tepat.

Sebelumnya beberapa kali zionis menyerang, Iran hanya membalas seperlunya. Tapi kali ini tidak. Mengapa?

Bahkan ketika para penguasa negeri Arab menyalak bersama US & zionis, Iran balas mengancam. Kok seberani itu?

Ini bukan soal Iran sudah punya rudal canggih. Iran sudah punya itu sejak lama. Ini soal momentum.

Pernah lihat video viral aksi arogansi yang berujung tersungkurnya si arogan & netizen bersorak? Sama persis.

Serangan Zionis ke Gaza yang membabi buta telah banyak mengubah opini dunia. Masyarakat Barat yang dulu pro zionis, kini bergeser.

Pembantaian terakhir di Gaza terjadi di era sosial media. Kebrutalan Zionis telanjang di depan mata dunia. Termasuk sikap cuek mayoritas rezim Arab, tak lagi rahasia bagi muslimin dunia.

Sementara itu, Trump mengendalikan US bak preman kampung. Venezuela diserang. Greendland ditarget. Bikin BOP demi kuasai Gaza, dll.

Dunia melihat semua dengan geram. Persis seperti netizen melihat aksi arogan dua preman dan gerombolan gengnya.

Tepat saat dunia sedang benci-bencinya, datang sosok gagah berani menghajar si preman.

Reaksi netizen? Sudah bisa ditebak. Bersorak & menjadikan sosok gagah berani itu sebagai pahlawan.

Kecuali buzzer bayaran si preman dan fansboy geng pengikutnya.

Saya tidak tau, apakah besok Iran akan memenangkan pertarungan militer ini. Tetapi sekarang Iran menang telak soal opini mayoritas warga dunia.

Rezim Arab bisa saja kompak menyerang Iran secara militer, tapi itu sama sekali tidak menguntungkan nama baiknya.

Kalau hari ini Iran meluncurkan ratusan rudal yang diproduksi dan disimpannya sekian puluh tahun, dia telah menunggu momentum ini sejak lama.

Begitulah strategi perang yang cerdas. Tak hanya adu kekuatan, tapi adu opini dan dukungan dunia.

Amerika dulu pintar mengendalikan opini dunia. Tapi keseringan menang itu bikin US ceroboh. Sehingga kali ini dia kalah secara opini.

By @doniriw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *