Kondisi University College of Science and Technology (Perguruan Tinggi Sains dan Teknologi) di Khan Yunis, Gaza, mengalami perubahan drastis akibat serangan udara dan operasi darat oleh militer Israel. Berikut adalah perbandingan kondisinya:
Sebelum Serangan
- Infrastruktur Pendidikan yang Hidup: Kampus ini merupakan salah satu institusi pendidikan teknis terbesar di Palestina yang melayani sekitar 6.000 mahasiswa.
- Fasilitas Lengkap: Kampus di Khan Yunis ini dilengkapi dengan 34 laboratorium dan bengkel kerja, 35 spesialisasi akademik, serta gedung perkuliahan modern yang dibangun di atas lahan seluas 48 ekar.
- Pusat Komunitas: Kampus ini memiliki Continuing Education Centre, Klinik Gangguan Bicara, serta unit inkubasi bisnis dan animasi yang aktif menyokong masyarakat Gaza bagian selatan.
Sesudah Serangan
- Hancur Total akibat Pengeboman: Pada awal Januari 2024, kompleks kampus di Khan Yunis menjadi sasaran serangan udara dan artileri berat yang menghancurkan struktur bangunannya. Rekaman drone dan citra satelit berikutnya menunjukkan kompleks universitas ini mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah akibat ledakan taktis.
- Kelumpuhan Akademik: Seluruh fasilitas belajar, jaringan listrik bertenaga surya, laboratorium sains, dan perpustakaan hancur. Mahasiswa terpaksa mengungsi, dan proses perkuliahan tatap muka di lokasi tersebut terhenti sepenuhnya.
- Upaya Belajar Darurat: Setelah kehancuran kampus fisik mereka, para akademisi dan mahasiswa terpaksa mengandalkan tenda darurat (makeshift university) yang dibangun secara swadaya di zona pengungsian atau belajar secara daring dengan keterbatasan koneksi internet dan listrik untuk melanjutkan sisa studi mereka.







