INI ADALAH MOMEN PALING SIGNIFIKAN DARI SELURUH PERANG IRAN

INI ADALAH MOMEN PALING SIGNIFIKAN DARI SELURUH PERANG IRAN

✍🏻Sebastián Cruz @ElCruzSeb

Izinkan saya menjelaskan apa yang baru saja terjadi.

Iran menembak jatuh pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS. Pesawat itu jatuh di selatan Iran. Puing-puing pesawat dipastikan berada di wilayah Iran. Pilot—atau para pilot—tidak berhasil melontarkan diri dengan selamat.

Kantor berita Tasnim Iran mengatakan pasukan IRGC menangkap mereka.

Iran awalnya mengklaim itu adalah F-35. Ternyata itu adalah F-15E. Bagaimanapun, mereka memiliki puing-puingnya. Dan mereka mengklaim memiliki awaknya.

AS segera melancarkan operasi penyelamatan. Pesawat F-35 melakukan patroli udara tempur di atas lokasi. Drone MQ-9 memantau lokasi kecelakaan. Sebuah pesawat C-130 dan helikopter Black Hawk dikerahkan untuk evakuasi.

Upaya penyelamatan gagal. Satu helikopter Black Hawk ditembak jatuh selama upaya tersebut. Beberapa pesawat hilang dalam satu operasi.

AS secara terbuka menyangkal semuanya. Tidak ada korban jiwa yang terkonfirmasi. Tidak ada tawanan perang yang terkonfirmasi. Tidak ada apa pun. Keheningan itu sangat memekakkan telinga.

Nah, di sinilah masalahnya menjadi sangat buruk.

Pagi ini, Trump mengatakan “ambil minyaknya dan raih kekayaan.”

Siang ini, Iran mengumumkan bahwa mereka menahan seorang tawanan perang Amerika.

Di hari yang sama persis.

31 Maret: Trump mengatakan dia “bersedia mengakhiri perang.”
3 April: Trump mengatakan ambillah minyak itu.
3 April: Pilot Amerika ditangkap di wilayah Iran.

Terakhir kali Iran menyandera warga Amerika adalah pada tahun 1979. Selama 444 hari. Menghancurkan seluruh masa kepresidenan Carter.

Tawanan perang bukan hanya sebuah tragedi. Tawanan perang adalah alat tawar-menawar. Iran kini memegang kartu yang tak seorang pun bisa merebutnya.

Jika episode pilot itu muncul di televisi pemerintah Iran, dampak politik di AS akan sangat luar biasa dan belum pernah kita lihat sebelumnya.

Lebih dari 100 pakar hukum hari ini menyebut serangan AS sebagai potensi kejahatan perang. Kini seorang anggota militer AS berada dalam tahanan Iran.

Ini bukan catatan kaki. Ini adalah ceritanya.

[VIDEO]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *