Harga Bensin Sampai Rp 20.000/Liter, Warga Amerika Menjerit: Bakal Desak Trump Hentikan Perang?

Lonjakan harga bahan bakar di Amerika Serikat mulai memicu keresahan publik. Di tengah konflik yang terus memanas dengan Iran, harga bensin dilaporkan mengalami kenaikan tajam hanya dalam hitungan minggu.

Sebelum konflik pecah pada akhir Februari 2026, harga bensin di Amerika masih berada di kisaran $2,9–$3,0 per galon atau sekitar Rp12.000–Rp13.000 per liter. Namun kini, harga tersebut melonjak menjadi $3,7–$3,8 per galon, setara dengan hampir Rp16.000 per liter.

Di sejumlah wilayah tertentu seperti California, harga bahkan dilaporkan mendekati $4,5 per galon, yang jika dikonversi bisa menyentuh hampir Rp20.000 per liter.

Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan minyak global akibat konflik militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Jalur distribusi penting seperti Selat Hormuz menjadi titik krusial yang meningkatkan kekhawatiran pasar energi dunia.

Dampaknya mulai terasa langsung oleh masyarakat. Biaya transportasi meningkat, harga logistik ikut terdorong naik, dan tekanan terhadap inflasi semakin besar. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan kondisi ini, terutama mereka yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari.

Sejumlah pengamat menilai, jika harga energi terus merangkak naik, tekanan publik terhadap pemerintah akan semakin kuat. Presiden Donald Trump berpotensi menghadapi desakan serius dari masyarakat untuk segera meredakan konflik demi menstabilkan harga dalam negeri.

Meski pemerintah berupaya meredam dampak dengan cadangan minyak strategis, langkah tersebut dinilai hanya bersifat sementara. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, harga energi diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan tinggi.

Kini pertanyaannya, seberapa lama warga Amerika akan bertahan menghadapi lonjakan biaya hidup ini? Dan apakah tekanan ekonomi dari dalam negeri akan cukup kuat untuk memaksa perubahan arah kebijakan luar negeri Washington?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar