Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace (BoP) tak lepas dari tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Menurutnya, Presiden AS Donald Trump berpotensi menaikkan tarif produk Indonesia jika Prabowo menolak menandatangani piagam BoP.
“Indonesia tidak punya pilihan selain bergabung, karena bila tidak Indonesia terancam akan dinaikkan tarifnya. Ini karena ada preseden di mana Presiden Prancis nyatakan tidak akan bergabung dan Trump mengancam akan mengenakan tarif 200 persen,” jelas Hikmahanto kepada wartawan pada Selasa (27/1/2026).
Hikmahanto juga menyoroti mahalnya biaya keanggotaan permanen BoP yang mencapai USD 1 miliar atau hampir Rp17 triliun. Ia mengingatkan, Indonesia perlu memiliki pengaruh nyata, terutama untuk mendorong penghentian kekerasan Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Selain itu, dominasi tokoh pro-Israel dalam struktur BoP dinilai berisiko. Jika dewan tersebut berpihak ke Israel, Hikmahanto menilai hal itu bisa berdampak negatif pada kepercayaan publik dan approval rating Presiden Prabowo.







Komentar