Erdogan: Ambisi Israel dan AS Bikin Sulit Seluruh Dunia

Ankara Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan kembali melontarkan kritik tajam terhadap Israel dan Amerika Serikat atas eskalasi konflik dengan Iran. Dalam pidatonya setelah rapat kabinet pada 24 Maret 2026 di Ankara, Erdoğan menegaskan bahwa perang yang sedang berlangsung bukanlah perang kawasan semata, melainkan ambisi politik yang membebani seluruh umat manusia.

“25 hari terakhir telah menunjukkan kepada kita bahwa meskipun ini adalah perang Israel, seluruh dunia yang membayar harganya. Ini adalah perang Netanyahu demi mempertahankan kekuasaannya, tetapi 8 miliar manusia yang menderita akibatnya,” tegas Erdoğan.

Menurut Erdoğan, ambisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang didukung Amerika Serikat telah memicu kekacauan global. Serangan terhadap Iran yang dimulai sejak akhir Februari 2026 telah mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak tajam, inflasi melanda banyak negara, dan beban ekonomi dirasakan dari Timur Tengah hingga ke berbagai belahan dunia.

Erdoğan menyebut kelompok di sekitar Netanyahu sebagai “jaringan pembantaian” yang harus segera dihentikan demi perdamaian regional dan kemanusiaan. Ia menyerukan agar semua negara bersikap tegas dan proaktif untuk menghentikan “mesin perang” tersebut sebelum semakin meluas.

“Posisi Israel yang tidak kompromi, maksimalis, dan radikal tidak boleh dibiarkan merusak upaya solusi diplomatik,” tambahnya.

Dampak Global yang Nyata

Kritik Erdoğan datang di tengah lonjakan harga energi yang dirasakan masyarakat dunia. Harga bensin naik signifikan di banyak negara, termasuk di Amerika Serikat yang meski menjadi produsen minyak besar, tetap terdampak rantai pasok global. Gangguan di Selat Hormuz telah menyebabkan salah satu disrupsi pasokan minyak terbesar dalam sejarah, memukul perekonomian negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Bagi Iran, yang selama ini menjadi target serangan, situasi ini semakin memperkuat narasi perlawanan terhadap “hegemoni” AS Israel. Banyak pengamat melihat sikap Erdoğan sebagai dukungan moral bagi Tehran sekaligus panggilan bagi negara-negara Muslim dan Global South untuk bersatu menentang eskalasi yang dipicu ambisi politik segelintir pihak.

Erdoğan menekankan bahwa Turki akan terus memantau perkembangan dan berupaya mencegah kawasan terjebak dalam “lingkaran api” yang lebih besar. Ia juga mengingatkan bahwa perdamaian sejati hanya bisa tercapai jika ambisi ekspansif dan pelanggaran hukum internasional segera diakhiri.

Pidato ini mendapat perhatian luas di dunia Islam dan media internasional, dengan banyak yang melihatnya sebagai suara tegas dari Ankara yang konsisten membela kedaulatan negara-negara kawasan terhadap intervensi asing.

Sementara itu, konflik masih berlanjut dengan ketegangan tinggi di Selat Hormuz. Masyarakat dunia kini menanti apakah seruan Erdoğan ini akan mendorong langkah konkret dari komunitas internasional untuk meredakan krisis yang telah menyulitkan kehidupan miliaran orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. ya memang IsraHell itu perusak dunia. termasuk IsraHell juga merusak otak manusia dengan meracuni pikiran mereka menjadi pendukungnya. Mereka semua akan kekal dalam neraka!

  2. Erdogan jangan cuma pidato, ayo bergeraklah spt China dan Rusia yg aktif membantu Iran dengan informasi inteligen nya dan teknologi rudalnya. Minimal usir pangkalan militer Amerika di Turki.

    1. bliau Erdogan ga bs sbebas Rusia ato Cina coz masih ad warisan politik sekuler & kbijakan2 yg telah trjadi sblum ia mnjadi presiden..
      jd seandainya bliau brmanuver.,ia harus benar2 memikirkannya..