Celaka! Tim Senam Israel Dapat Izin Tanding di Jakarta

Tim senam asal Israel dipastikan akan tampil dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang digelar di Jakarta pada 19–25 Oktober mendatang. Kabar ini memicu sorotan publik karena Indonesia selama ini dikenal menolak kehadiran atlet Israel dalam ajang olahraga internasional.

Kepastian keikutsertaan Israel diumumkan oleh Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation). Dalam pernyataannya, mereka menyebut sudah menerima konfirmasi resmi dari panitia dan jaminan keamanan penuh dari tuan rumah Indonesia.

“Kami telah berkomunikasi langsung dengan penyelenggara dan memastikan seluruh atlet kami diterima dengan baik,” ujar juru bicara Federasi Senam Israel, dikutip Nowdots, Selasa (8/10).

Tim Israel disebut akan membawa atlet terbaiknya, termasuk Artem Dolgopyat, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan perak di Paris 2024. Mereka dijadwalkan tiba di Jakarta beberapa hari sebelum pembukaan acara.

Dijamin Aman, Tak Ada Unsur Politik

Pihak panitia penyelenggara bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan bahwa keikutsertaan Israel bersifat murni olahraga dan tidak berkaitan dengan urusan politik luar negeri.

“Kami menjamin keselamatan seluruh peserta, termasuk tim Israel. Indonesia berkomitmen sebagai tuan rumah profesional,” ujar seorang pejabat panitia nasional yang enggan disebut namanya.

Pemerintah juga memastikan pasukan pengamanan gabungan dari TNI-Polri akan dikerahkan di area lokasi pertandingan selama kejuaraan berlangsung.

Sejarah Panjang Penolakan

Partisipasi tim Israel di Jakarta menjadi peristiwa langka. Sebelumnya, Indonesia sempat batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 setelah menolak kehadiran tim Israel U-20.
Kasus serupa juga terjadi pada 1958, ketika Indonesia memilih mundur dari babak kualifikasi Piala Dunia demi menghindari laga menghadapi Israel.

Kondisi ini membuat banyak pihak menilai, kehadiran atlet Israel di Jakarta 2025 menjadi ujian netralitas olahraga di Indonesia yang selama ini bersikap tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Beragam Reaksi Publik

Kabar ini menimbulkan pro dan kontra di dalam negeri.
Sebagian pihak menilai Indonesia harus bersikap profesional sebagai tuan rumah ajang dunia, sementara kelompok masyarakat pro-Palestina mendesak pemerintah tetap konsisten menolak normalisasi hubungan dengan Israel.

Pengamat hubungan internasional Ridwan Hasyim menyebut keputusan ini menjadi tantangan baru bagi diplomasi Indonesia.

“Ini akan menjadi ujian bagi pemerintah. Dunia akan melihat apakah Indonesia bisa menjaga posisi netral di bidang olahraga tanpa mengorbankan prinsip politik luar negerinya,” ujarnya.


Ajang Kelas Dunia di Jakarta

  • 📅 19–25 Oktober 2025
  • 📍 Jakarta Convention Center (JCC)
  • 🌍 Peserta dari 92 negara
  • 🎯 Kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028

Komentar