Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis pada 27 Maret 2026, laba bersih tahunan BYD untuk tahun 2025 turun sebesar 19% menjadi 32,6 miliar yuan ($4,7 miliar), menandai penurunan laba tahunan pertama bagi perusahaan dalam empat tahun terakhir.
Berikut adalah poin-poin utama dari kinerja keuangan dan operasional BYD:
- Penyebab Penurunan Laba: Margin keuntungan tergerus oleh perang harga yang “brutal” di pasar domestik China dan berakhirnya pembebasan pajak pembelian untuk kendaraan energi baru.
- Pertumbuhan Pendapatan Melambat: Pendapatan tahunan naik tipis 3,5% menjadi 804 miliar yuan ($116 miliar), laju pertumbuhan terlemah dalam enam tahun terakhir.
- Dominasi Volume Penjualan: Meskipun laba turun, BYD berhasil mengirimkan 4,6 juta kendaraan pada tahun 2025, mempertahankan posisinya sebagai penjual kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia, mengungguli Tesla yang mengirimkan 1,64 juta unit.
- Strategi Ekspansi Global:
- Ekspor tahunan melampaui 1 juta unit untuk pertama kalinya pada tahun 2025, melonjak 140% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Perusahaan menargetkan ekspor sebanyak 1,3 juta hingga 1,6 juta kendaraan pada tahun 2026 guna mengejar margin keuntungan yang lebih tinggi di luar negeri dibandingkan pasar China yang jenuh.
- Investasi Teknologi: BYD meningkatkan belanja R&D sebesar 17% menjadi 63,4 miliar yuan pada tahun 2025, meluncurkan teknologi pengisian daya cepat (flash charging) yang mampu mengisi baterai 10% ke 70% dalam waktu lima menit.
- Kondisi Pasar 2026: Awal tahun 2026 menunjukkan tantangan berkelanjutan dengan penurunan penjualan domestik sebesar 36% pada periode Januari-Februari dibandingkan periode yang sama tahun lalu.






