Berita terbaru dan penting muncul dari Yaman

🔴Berita terbaru dan penting muncul dari Yaman:

Ansar Allah akhirnya berhasil memutus jalan antara Taiz dan Aden serta menutup akses masuk ke sisi selatan kota tersebut. Akibatnya, Taiz kini terkepung sepenuhnya setelah kehilangan jalur utama terakhir yang menghubungkannya dengan wilayah selatan.

Bagi mereka yang belum memahami pentingnya peristiwa ini, perlu diketahui bahwa Taiz bukanlah kota kecil ataupun medan tempur yang tidak berarti. Kota ini pada dasarnya merupakan pusat perkotaan terbesar kedua di Yaman; populasi wilayah metropolitannya diperkirakan mencapai sekitar 1,6 juta jiwa, sementara populasi keseluruhan Kegubernuran Taiz melebihi 3,5 juta jiwa. Secara geografis, kota ini menempati lokasi yang sangat strategis—terletak sekitar 205 kilometer di selatan Sana’a dan 190 kilometer dari Aden—serta berfungsi sebagai titik temu vital yang menghubungkan dataran tinggi Yaman dan Sana’a di utara, Aden dan Lahj di selatan, serta Pantai Barat dan Bab al-Mandab di barat.

Oleh karena itu, Taiz telah menjadi salah satu medan pertempuran paling krusial dalam konflik Yaman sejak perang dimulai.

Setelah pecahnya perang pada tahun 2015, Ansar Allah memasuki kota tersebut, meskipun pasukan penentang Ansar Allah kemudian berhasil merebut kembali sebagian besar pusat kota. Sejak saat itu, Ansar Allah berulang kali mencoba memenangkan pertempuran di Taiz secara mutlak namun gagal menguasai jantung kota; medan tempur ini pun berkembang menjadi salah satu front pertempuran terlama dan paling rumit dalam perang tersebut.

Pentingnya Taiz tidak hanya terbatas pada aspek militer; kota ini juga merupakan basis kekuatan utama bagi Partai Al-Islah. Didirikan pada tahun 1990, partai Islamis ini—yang mencakup faksi Ikhwanul Muslimin serta jaringan kesukuan dan keagamaan yang luas—telah muncul selama masa perang sebagai kekuatan politik dan militer utama yang menentang Ansar Allah. Selama bertahun-tahun, Al-Islah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap poros militer Taiz dan faksi-faksi bersenjata yang beroperasi di dalam kota tersebut.

Inilah alasan mengapa perkembangan terkini tersebut sangatlah penting. Rute Taiz–Al-Turbah–Hayjat al-Abed–Lahj telah menjadi jalur penghidupan yang menghubungkan kota tersebut dengan Aden dan wilayah selatan selama bertahun-tahun perang berlangsung. Al-Turbah terletak sekitar 70 kilometer di selatan Taiz; Dari sana, jalan berkelok melintasi medan pegunungan menuju Lahj dan Aden. Setelah penutupan jalan-jalan utama yang biasa digunakan, rute khusus ini menjadi jalur vital untuk mengangkut makanan, bahan bakar, amunisi, dan bala bantuan ke Taiz.

Sebelum perang, perjalanan antara Taiz dan Aden hanya memakan waktu sekitar dua setengah jam. Namun, penutupan jalan utama pada tahun 2015 memaksa lalu lintas beralih ke rute pegunungan yang panjang seperti Hayjat al-Abed, sehingga waktu tempuh melonjak menjadi enam atau bahkan delapan jam pada saat-saat tertentu.

Akibatnya, memutus koridor ini memiliki makna lebih dari sekadar merebut wilayah seluas beberapa kilometer; hal ini berarti melumpuhkan jalur pasokan yang selama bertahun-tahun menjaga koneksi antara Taiz dan Aden.

Menurut pandangan saya, ini merupakan strategi yang paling mudah dan logis bagi Ansar Allah untuk merebut kota tersebut saat ini.

Serangan langsung ke Taiz berarti memasuki kota dengan lebih dari satu juta penduduk—harus melintasi kawasan permukiman padat, medan pegunungan yang terjal, serta menghadapi berbagai faksi bersenjata—dan terjebak dalam perang jalanan berkepanjangan yang dapat mengakibatkan pertumpahan darah hebat.

Sebaliknya, dengan mengepung kota sepenuhnya, memutus jalur pasokannya, dan kemudian menekan Partai Islah serta kekuatan lokal lainnya agar menyetujui penyerahan kekuasaan secara damai, Ansar Allah dapat menguasai salah satu kota terpenting di Yaman tanpa harus terlibat dalam pertempuran jalanan yang membawa bencana.

Jika Taiz jatuh dengan cara ini, hal tersebut tidak hanya menandai hilangnya satu kota lagi, tetapi juga menjadi akhir dari salah satu front pertempuran paling rumit dan berkepanjangan dalam perang Yaman sejak tahun 2015.

(@Cosmos_politic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 komentar

  1. dengan izin Allah satu persatu jazirah arab dibebaskan dari penguasa arab jahil bin munafik dan kuasa asing..sesuai sunnah yahudi dan nasrani harus diusir dari jazirah arab…sunni syiah akan melebur dibawah panji2 mujahiddin di mulai dari mujahiddin houthi….

    semoga bani saud segera disingkirkan…aamiin….

      1. KEKAFIRAN SYI’AH

        Abu Hamid Al-Ghazzali rahimahullah (wafat 505 H) berkata,

        ولأجل قصور فهم الروافض عنه ارتكبوا البداء ونقلوا عن علي رضي الله عنه أنه كان لا يخبر عن الغيب مخافة أن يبدو له تعالى فيه فيغيره ، وحكوا عن جعفر بن محمد أنه قال : ما بدا لله شيء وهذا هو الكفر الصريح ونسبة الإله تعالى إلى الجهل

        “Dikarenakan dangkalnya orang-orang Syiah Rafidhah dalam memahami Islam, mereka pun merekayasa akidah Al-Bada’ (mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui).

        Mereka mengklaim meriwayatkan dari Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau tidak mau menceritakan hal yang ghaib, karena khawatir diketahui oleh Allah sehingga Allah mengubahnya.

        Mereka juga mengklaim meriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad bahwa ia berkata, “Allah tidak mengetahui apa yang akan terjadi.” Ini jelas kekafiran yang nyata, karena menganggap Allah jahil (bodoh tentang masa yang akan datang).”

        [Al-Mustashfa (1/110)]

        Ibnu Hubairah rahimahullah berkata:

        “Demi Allah, tidak halal untuk berbaik sangka terhadap seseorang yang menganut paham Syiah Rafidhah.”

        [al-Aadab asy-Syar’iyyah, 1/89]

        al-Imam asy-Sya’bi rahimahullah (w. 103 H),

        “Aku peringatkan kalian dari bahaya Syiah Rafidhah! Karena mereka tidaklah masuk ke dalam Islam karena berharap (pahala) dan takut (dari adzab). Namun karena dorongan dendam terhadap umat Islam!”

        [as-Sunnah, oleh al-Khallaal, 3/496]

    1. 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗔𝗗𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗠𝗘𝗥𝗔𝗡𝗚𝗜
      𝗔𝗥𝗔𝗕 𝗦𝗔𝗨𝗗𝗜 𝗞𝗘𝗖𝗨𝗔𝗟𝗜 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗦𝗔𝗧𝗨
      𝗗𝗔𝗥𝗜 𝟰 𝗞𝗘𝗟𝗢𝗠𝗣𝗢𝗞 :

      ① KAUM LIBERALIS
      Yang membenci dan meremehkan ajaran Islam.

      ② RAFIDHAH (SYI’AH)
      Yang memusuhi Ahlus Sunnah dan ajaran Sunnah.

      ③ KHAWARIJ
      Yang mengkafirkan kaum Muslimin dan memberontak terhadap pemerintah Muslim.

      ④ ORANG YANG BODOH
      Yang tidak memahami ilmu syar’i dan mudah mengikuti berita tanpa ilmu.

      📌Maka, hendaknya seorang Muslim bersikap adil,
      berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,
      serta tidak berbicara tanpa ilmu.

      1. Dan elu termasuk kelompok yg ke-4 (ORANG BODOH), yang tidak memahami ilmu syar’i.

        Buktinya,,,
        elu menjadikan “musuh Islam” (Yahudi dan Nasrani) sebagai “sahabat”, hanya karena tidak memerang Arab Saudi,,,

        padahal jelas-jelas Al-Qur’an menjelaskan:

        “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus”. (QS. Al-Mumtahanah: 1)

        dan,

        “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 98)

        📌Maka, hendaknya seorang Muslim bersikap adil,
        berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,
        serta tidak berbicara tanpa ilmu.

        1. AGAMA Syi’ah

          ini Yang MemahamI Ilmu Syar’i, Kok Beda Dengan Ente😂

          Imam Syaukani rahimahullah juga mengkafirkan syiah rafidhah dengan perkataanya:

          إن أصل دعوة الروافض كيد الدين ومخالفة الإسلام وبهذا يتبين أن كل رافضي خبيث يصير كافرًا بتكفيره لصحابي واحد فكيف بمن يكفِّر كل الصحابة واستثنى أفرادًا يسيرة

          “Sesungguhnya landasan dakwah syiah rafidhad adalah membuat tipu daya dalam agama dan menyelisihi islam.

          Maka dengan ini jelaslah bagi kita bahwasanya setiap orang syiah rafidhah adalah orang buruk yang menjadi kafir dikarenakan pengkafirannya terhadap salah satu sahabat nabi.

          Lantas bagaimana jika dia mengkafirkan seluruh sahabat nabi dan hanya mengecualikan beberapa jumlah yang sedikit saja ??”

          [Natsrul Jauhar Alaa Hadiits Abii Dzarr hal. 106-116]

          Imam Ibnu Hazm rahimahullah menyatakan syiah rafidhah adalah kafir dengan perkataannya:

          فَإِن الروافض لَيْسُوا من الْمُسلمين

          “Sesungguhnya syiah rafidhah tidaklah termasuk golongan kaum muslimin”

          [Al Fashlu fii al milal wa al ahwaa wa an nihal 2/65]

          Kemudian Ibnu Hazm rahimahullah juga berkata pada halaman yang sama:

          وَهِي طَائِفَة تجْرِي مجْرى الْيَهُود وَالنَّصَارَى فِي الْكَذِب وَالْكفْر

          “Dan syiah rafidhah hanyalah sebuah kelompok yang berjalan diatas jalanya yahudi dan nashara dalam kedustaan dan kekufuran”

          [Al Fashlu fii al milal wa al ahwaa wa an nihal 2/65]

          Imam Ahmad bin Yunus berkata tentang kafirnya syiah rafidhah:

          لَوْ أنَّ يِهُودِيًّا ذَبَحَ شاةً، وذَبَح رافِضِيٌّ لَاًكًلْتُ ذَبِيحَةَ اليَهُودِيّ، ولمْ آكلْ ذبيحَةَ الرَّافِضِيّ، لأنَّهُ مُرْتَدٌّ عَنِ الإسلامِ

          “Seandainya seorang yahudi menyembelih seekor kambing, dan seorang syiah rafidhah menyembelih kambing, maka aku akan memakan sembelihannya orang yahudi.

          Dan aku tidak akan memakan sembelihannya syiah rafidhah. Karena syi’ah rafidhah kafir murtad dari islam”

          [As Shoorim Al Masluul 1/570]

    2. SYI’AH Menurut IMAM Ahlul HADITS

      Beda Dengan Pemahaman Ente😄

      Imam Malik rahimahullah juga mengkafirkan syi’ah rafidhah, sebagaimana yang disampaikan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah:

      وَمِنْ هَذِهِ الْآيَةِ انْتَزَعَ الْإِمَامُ مَالِكٌ -رَحِمَهُ اللَّهُ، فِي رِوَايَةٍ عَنْهُ-بِتَكْفِيرِ الرَّوَافِضِ الَّذِينَ يُبْغِضُونَ الصَّحَابَةَ

      “Dan dari ayat ini, Imam Malik memutuskan –dalam sebuah riwayat darinya- akan kafirnya syiah rafidhah yang mana mereka membenci para sahabat [Tafsir Ibnu Katsir 7/338]

      Imam Ahmad rahimahullah juga menyatakan syiah rafidhah adalah kafir. Beliau berkata:

      من شتم أخاف عليه الكفر مثل: الروافض، ثم قال: من شتم أصحاب النبي – صلى الله عليه وسلم -، لا نأمن عليه أن يكون مرق من الدين

      “Barangsiapa yang menghina para sahabat, aku takut dia akan menjadi kafir sebagaimana syiah rafidhah. Kemudian beliau berkata:

      barangsiapa yang menghina sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka kami tidak akan merasa aman dengannya, karena dia telah keluar dari agama islam”

      [As Sunnah miliki Abu Bakr bin Al Khollal 1/493]

      Imam Bukhari rahimahullah mengkafirkan syiah rafidah dengan perkataannya:

      مَا أُبَالِي صَلَّيْتُ خَلْفَ الْجَهْمِيِّ والرَّافِضِيِّ أَمْ صَلَّيْتُ خَلْفَ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى، وَلَا يُسَلَّمُ عَلَيْهِمْ، وَلَا يُعَادُونَ، وَلَا يُنَاكَحُونَ، وَلَا يَشْهَدُونَ، وَلَا تُؤْكَلُ ذَبَائِحُهُمْ

      “Aku tidak berpikir akan shalat dibelakang seorang jahmiyyah dan syiah rafidhah, atau aku shalat dibelakang yahudi dan nashrani.

      Sesungguhnya mereka tidak ucapkan salam kepadanya, tidak dijenguk ketika sakit, dan mereka tidak dinikahi dengan kaum muslimin, dan mereka tidak boleh memberi kesaksian, dan sesembelihan mereka tidak dimakan”

      [Kholqu Af’aal Al Ibaad hal 33]

    3. Woyyy komentator disini…gak ada yang teliti ketika membaca berita.

      ternyata Taiz belum bisa di taklukkan Houthi… karena Taiz basisnya partai Al ishlah yang di isi orang orang Ikhwanul Muslimun. dari tahun 2015

      dulu pemerintah sah Yaman di kuasai partai Al ishlah… tapi tahun 2012 di kudeta oleh dukungan bani saud badui dan mbz UEA

      tapi kelompok dukungan ini kalah berhasil dihancurkan Houthi dengan mudah.

      memang mantap para Mujahidin di Taiz…mari kita doakan agar Mujahidin Taiz berhasil mengalahkan Houthi.

      kalau tentara bayaran bani saud badui mah penakut
      tahu nya cuma uang

  2. mereka menyembunyikan, kehancuran Houthi… pemimpin houthi banyak yh terbunuh, Malik ql houthi, ngumpet dan tdk bisa ditemui, takut dg bom penghancur binker Arab Saudi. nanti kita lihat, jahanam syiah, yahudi ashkenazi akan nyaho…

    1. Pimpinan² Houthi, sekarang berpindah² tempat, ketakutan serangan bom penghancur bunker (bunker buster) LS/PENB 2000-109 SA (2000 pon) dan GBU-28 yg terintegrasi dan. kompatibel dg F-15SA dan F-15S. Mereka khawatir bernasib sama spt tuannya, Ali Khamenei dkk, hancur lebur, dikirim ke neraka jahanam. Banyak milisinya terbunuh, masuk perangkap pesawat tempur Arab Saudi. Makanya, kalap, menyerang Mekah.

    1. barukah di portal? ni portal berita Syiah ada, Sunni ada, politik ada, ekonomi ada, olahraga ada, syiar da’wah juga ada, dst! jadi jangan taqiyah gitu dong!

  3. 𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗔𝗗𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗠𝗘𝗠𝗘𝗥𝗔𝗡𝗚𝗜
    𝗔𝗥𝗔𝗕 𝗦𝗔𝗨𝗗𝗜 𝗞𝗘𝗖𝗨𝗔𝗟𝗜 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛 𝗦𝗔𝗧𝗨
    𝗗𝗔𝗥𝗜 𝟰 𝗞𝗘𝗟𝗢𝗠𝗣𝗢𝗞 :

    ① KAUM LIBERALIS
    Yang membenci dan meremehkan ajaran Islam.

    ② RAFIDHAH (SYI’AH)
    Yang memusuhi Ahlus Sunnah dan ajaran Sunnah.

    ③ KHAWARIJ
    Yang mengkafirkan kaum Muslimin dan memberontak terhadap pemerintah Muslim.

    ④ ORANG YANG BODOH
    Yang tidak memahami ilmu syar’i dan mudah mengikuti berita tanpa ilmu.

    📌Maka, hendaknya seorang Muslim bersikap adil,
    berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,
    serta tidak berbicara tanpa ilmu.

    1. Dan elu termasuk kelompok yg ke-4 (ORANG BODOH), yang tidak memahami ilmu syar’i.

      Buktinya,,,
      elu menjadikan “musuh Islam” (Yahudi dan Nasrani) sebagai “sahabat”, hanya karena tidak memerang Arab Saudi,,,

      padahal jelas-jelas Al-Qur’an menjelaskan:

      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus”. (QS. Al-Mumtahanah: 1)

      dan,

      “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir”. (QS. Al-Baqarah: 98)

      📌Maka, hendaknya seorang Muslim bersikap adil,
      berpegang kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah,
      serta tidak berbicara tanpa ilmu,,,

      supaya tidak tersesat dari jalan yang lurus sebagaimana disebut dalam Ayat di atas.