Benarlah Perkataan Umar bin Khattab

“Kita dulunya (zaman Jahiliyah) adalah orang-orang yang paling hina di muka bumi dan Allah memberi kita kehormatan dan kemuliaan melalui Islam. Jika kita mencari kehormatan melalui selain Islam, Allah akan menghinakan kita lagi.”

Pernyataan tersebut adalah perkataan masyhur dari Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, salah satu Khalifah Rasyidin, yang disampaikan pada momen penting sejarah Islam.

Konteks Sejarah: Kalimat ini diucapkan Umar bin Khattab r.a. saat penaklukan Baitul Maqdis (Yerusalem). Beliau melihat sebagian kaum Muslimin mulai meniru gaya hidup, pakaian, dan perilaku bangsa lain (Romawi/Persia) yang saat itu dianggap lebih maju secara materi.

Makna “Hina”: Sebelum Islam datang, bangsa Arab (khususnya sebelum masa Nabi Muhammad SAW) adalah bangsa yang terpecah belah, lemah, tidak memiliki peradaban besar, dan sering ditindas oleh kerajaan besar di sekitarnya.

Kemuliaan Melalui Islam: Islam mengubah kondisi tersebut, menyatukan mereka, dan memberikan kehormatan (izzah) serta kejayaan melalui iman dan ajaran Islam.

Peringatan (Hinaan Kembali): Umar mengingatkan bahwa jika kaum Muslimin mencari kehormatan melalui hal-hal di luar Islam, Allah akan mencabut kemuliaan tersebut dan mengembalikan mereka ke dalam kehinaan.

Riwayat: Ucapan Umar ini diriwayatkan dalam beberapa sumber, di antaranya dalam Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihayn (1/117) dan dianggap sahih menurut standar al-Albani dalam Al-Silsilah al-Shahihah.

Pesan Inti: Kemuliaan seorang Muslim tidak terletak pada jabatan, kekayaan, atau meniru budaya lain, melainkan pada ketakwaan dan kembalinya diri pada ajaran Islam.

Perkataan Umar ini sangat relevan dengan kejadian dan kondisi saat ini, dimana Pemimpin negeri muslim Arab Saudi dihinakan oleh Presiden Kafir Donald Trump secara terbuka.

Donald Trump, kembali mengguncang panggung diplomasi internasional dengan pernyataan blak-blakan khasnya. Dalam pidato utama di acara Future Investment Initiative (FII) Priority Summit yang digelar di Miami, Florida, pada Jumat malam (27/3/2026), Trump menyebut Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), kini sangat tunduk pada kepemimpinannya.

Di hadapan para tokoh bisnis dan pemimpin dunia, Trump menggunakan istilah kiasan kasar untuk menggambarkan kekuatan posisi tawar Amerika Serikat saat ini.

“Dia (MBS) sebelumnya tidak menyangka saya akan kembali (menjadi Presiden periode ke-2) sekuat ini. Sekarang, dia mencium pantat saya (kissing my ass),” ujar Presiden Trump yang langsung memicu keriuhan sorak sorai di ruangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar