✍🏻ERIZAL
Positifnya, pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sudah ditangkap kurang dari sepekan. Ini dampak dari dorongan berbagai elemen masyarakat, termasuk intruksi langsung dari Presiden Prabowo kepada Kapolri.
Di masa lalu, kasus serupa bisa sangat lama dan kalau terungkap pun tak akan pernah setransparan saat ini. Scientific investigation sudah sangat maju dan sesuai dengan prediksi mantan Kabareskrim Susno Duadji, tak akan sulit mengungkap kasus ini.
Tapi negatifnya, sesuai perkiraan banyak orang bahwa aparatlah pelakunya. Dan menyedihkan lagi dari Denma BAIS TNI, matra TNI AL dan AU. Sudah diamankan tersangka berinisial Kapten NDP, Lettu SL, BHW, dan Serda ES. Motifnya sedang diusut. Dalangnya? entahlah.
Kalau dalam film-film action pelakunya tergolong amatiran. Segitu banyaknya CCTV, bahkan pelaku santai saja tak memakai helm. Setelah melakukan aksinya, seperti diungkap penyidik, terduga pelaku sempat pula ganti baju di pinggir jalan. Norak betul.
Sayang sekali, tindakan murahan seperti itu harus menyasar aktivis muda sekelas Andrie Yunus. Dia lahir beberapa hari setelah Reformasi 98 meletus. Seharusnya setelah 28 tahun Reformasi, kondisi kita jauh lebih baik. Luka Andrie luka bangsa ini.







