Alone but powerful ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ท

Saya ajak kalian yang selama ini begitu sangat membenci Iran๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ท, silakan renungkan ini. Saya bukan meminta kalian beralih mendukung apalagi mencintai Iran. Saya hanya meminta kalian gunakan rasionalitas, nurani, dan lepaskan kacamata sektarian: Sunni-Syiah, Arab-Persia, Islam-bukan Islam.

Iran diserang AS dan Israel melalui negara-negara Teluk. Yang diserang bukan hanya fasilitas militer, tapi juga sekolah, rumah sakit, laboratorium, pusat riset, pasar, gedung olahraga, sampai jembatan. Dan ketika Iran membalas, apakah Iran juga pernah menyasar sekolah? Apa Iran sengaja menargetkan anak-anak dan perempuan? Ada 2.000 lebih warga sipil menjadi korban jiwa atas agresi AS-Israel dan belasan ribu lainnya luka-luka. Adakah Iran membalas membabi buta?

Mengapa narasi yang muncul justru โ€œIran memerangi negara-negara Islamโ€?

Oke, dari serangan Iran ke negara-negara Teluk itu ada jatuh korban jiwa. Tapi berapa? 20? 50? 100? Atau 1.000? Dan kalau kalian sedemikian keras mengecam serangan Iran itu, mengapa tidak ada kecaman serupa atas serangan ke Iran yang korban sipilnya sampai ribuan orang dan ratusan anak-anak? Apakah hanya anak-anak di negara-negara Teluk yang harus dijaga nyawanya, sementara anak-anak Iran tidak apa-apa dibantai dan dijadikan sasaran bidik?

Apa salah Iran sehingga merasa perlu diserang keroyokan, sementara genosida masih berlangsung di Gaza? Kalau alasan kalian adalah karena Iran pernah membantu rezim Assad membantai ahlusunnah di Suriah, lalu mengapa sampai sekarang tidak ada hukuman serupa buat Israel yang membantai ahlusunnah di Palestina? Apakah Iran yang memulai perang ini? Apakah Iran pernah menyerang satu pun negara sebelum Iran diserang? Apakah karena Iran punya proksi? Terus, kalau karena Iran punya proksi, apa negara lain tidak punya proksi? Emirat saja punya proksi sampai ke jantung Afrika.

Coba jawab jujur: kalau yang menyerang lebih dulu adalah AS-Israel, lalu Iran membalas, mengapa kalian hanya marah pada balasan? Apakah hak membela diri hanya milik negara yang punya hubungan dagang dengan Washington? Apakah kedaulatan hanya sah kalau benderanya bukan Iran?

Kalian ribut karena beberapa korban di Teluk. Saya turut berduka. Tapi empati tidak boleh timpang. Kalau satu nyawa di Teluk membuat kalian mengutuk Iran sepanjang hari, maka ribuan nyawa di Iran, ratusan anak, rumah sakit, sekolah, laboratorium, pasar, jembatan mengapa kalian justru mendiamkan? Mengapa yang muncul malah โ€œIran yang memulaiโ€? Padahal yang menjatuhkan bom pertama bukan Iran. Yang mengebom sekolah bukan Iran. Yang menjadikan rumah sakit sebagai target bukan Iran. Yang membiarkan genosida Gaza berlangsung juga bukan Iran.

Kalau alasan kalian adalah proksi, mari konsisten. AS punya NATO, pangkalan militer di mana-mana, dan intervensi di banyak negara. Israel punya Mossad dan jaringan lobi global. Negara-negara Teluk punya proksi sampai Afrika. Dunia tidak hanya punya satu proksi. Jadi jangan jadikan proksi sebagai alasan hanya ketika yang punya proksi adalah Iran.

Kalau alasan kalian adalah Sunni-Syiah, maka kalian sedang menutup mata dengan kacamata sektarian. Anak-anak Iran tidak memilih lahir Syiah. Perempuan Iran tidak memilih lahir di negeri yang kalian benci. Mereka manusia, Muslim, dan korban. Lagian tidak semua warga Iran itu Syiah. AS banyak melancarkan serangannya ke selatan Iran yang justru mayoritas di wilayah itu adalah Ahlusunnah. Dan kalian tidak tahu itu kan? Lagian kalau kalian benar-benar membela ahlusunnah, mengapa diam saat ahlusunnah di Gaza dibantai? Mengapa tidak ada seruan perang terhadap Israel? Mengapa tidak ada boikot terhadap AS yang aktif mensuplai senjata buat Israel? Mengapa kemarahan kalian hanya menyala saat Iran disebut?

Jangan salah paham. Saya tidak minta kalian membela rezim Iran. Saya minta kalian berhenti munafik. Boleh tidak suka Iran. Boleh kritis pada kebijakannya. Tapi jangan pakai kematian warga Teluk sebagai tameng, sementara kematian warga Iran kalian anggap angin lalu. Jangan pakai isu Syiah untuk membenarkan pembantaian. Jangan pakai proksi untuk membenarkan agresi. Jangan pakai Gaza untuk menutupi bahwa kalian diam saja ketika Iran yang jadi sasaran.

Sebab yang kalian pertahankan bukan keadilan, bukan kemanusiaan, bukan Islam. Yang kalian pertahankan adalah standar ganda: nyawa Muslim baru berharga kalau tidak berbau Iran; sekolah baru disebut sekolah kalau tidak di Iran; anak baru disebut anak kalau bukan anak Iran. Yang kalian jaga sebenarnya bukan agama, tapi eksistensi Israel. Kalian bekerja untuk itu, hanya belum sadar saja. 

(Ismail Amin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. kan dah ku bilang kami ini manut nurut junjungan kami bani saud dan corongnya Ngustad talaphi, yang salah itu tetep Iran karna mayoritas Syi,ah, tako kalo zionis isrwael dan Amerika itu SoHib walopun mereka jelas kafir harbi filan….karena mereka bukan Syiah,,,coba amerika sama israel ngaaku syi,ah nasrani dan Syi,ah Yahudi…pasti diserang juga…

  2. Saya hanya meminta kalian gunakan rasionalitas, nurani, dan lepaskan kacamata sektarian: Sunni-Syiah, Arab-Persia, Islam-bukan Islam.
    โ˜๏ธ๐Ÿ‘‡
    ane rasa fans Saudi bakal mletup palanya klo diminta cem ni..!!
    ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ