✍🏻Iwan Mariono
Yang menarik dalam obrolan mereka, ketika di akhir acara Ust. Felix bertanya kepada Uda Feri Amsari (pakar hukum tata negara), buku apa yang sebaiknya dibaca? Di luar dugaan, Feri Amsari menyebut novel Tere Liye yang judulnya: Pulang.

Tentu rekomendasi ini menyesuaikan lawan bicaranya yang sepanjang wawancara, dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan (kecuali Ust. Felix) bisa kita ukur seberapa dalam wawasan politiknya. Sementara dalam podcast-nya di Malaka Project yang juga baru selesai saya tonton, Feri Amsari menyebut banyak judul buku dengan genre politik, yang untuk standar Gen Z, mungkin masuk kategori berat.
Trilogi Pulang (Pulang, Pergi, Pulang-Pergi) karya Tere Liye memang cocok untuk menstimulus remaja agar melek politik, dimulai dari mengenal dunia mafia lewat tokoh utama bernama Bujang. Sebenarnya buku itu tidak berhenti sebagai trilogi, sebab dalam bukunya yang lain, ada momen Bujang ketemu Thomas, tokoh utama salah satu novel terbaiknya: Negeri Para Bedebah.

Tentu Tere Liye senang mendapat endorse gratis ini. Tapi saya sendiri memang akan merekomendasikan buku-buku Tere Liye, bila bertemu lawan bicara (dan target penonton), yang juga sama seperti mereka.







ini gara-gara bani lima delapan bego & miskin