Jika perjuangan Yaman hanya sebatas mengakhiri agresi Saudi, mencabut blokade, dan memulihkan kedaulatannya, Arab Saudi serta banyak kekuatan internasional mungkin bisa menerima kenyataan tersebut.
Terlebih lagi, mereka memahami bahwa upaya untuk menghentikan perang di Yaman saat ini dapat menimbulkan dampak besar terhadap keamanan dan perekonomian kawasan.
Namun, masalah sebenarnya—dari sudut pandang mereka—adalah bahwa Yaman mengaitkan perjuangannya dengan perjuangan Palestina bukan sekadar melalui slogan, melainkan melalui tindakan nyata.
Hal ini mengubah isu tersebut dari sekadar perang antara Yaman dan Saudi menjadi sebuah tantangan terhadap tatanan dan kepentingan kawasan yang lebih luas.
Akibatnya, Yaman tidak lagi dipandang semata-mata sebagai negara yang berupaya mengakhiri blokade yang diberlakukan terhadapnya, melainkan sebagai kekuatan yang menolak untuk memisahkan berbagai isu perjuangan di kawasan tersebut satu sama lain.
Inilah salah satu alasan mengapa Barat mendesak Arab Saudi untuk terus menyibukkan Yaman dan menguras kekuatannya di dalam wilayahnya sendiri.
محمد عبدالملك – Mohamed
@Almutawakkil560








Houthi lagi sekarat, tunggu, bbrp hari lagi, ada kejutan luar biasa di San’a. ternyata, Syiah rafidhah jahanam Iran, jiper thd Arab Saudi, why ? Hauthi, sedang sekarat, banyak wilayah timur direbut, banyak yg mampus, bahkan pensehat irgc modar, Iran mohon² spy Saudi berunding dg Houthi, di acuhkan Arab Saudi. waktu, Suriah mau masuk lebanon, serang hizbullah, Iran ancam serang Suriah dg 100 baliatik. iran maksa perundingan dg AS melibatkan Israel tdk serang hizbullah, kenapa thd Houthi, yg pisisinya vital, meneng bae ? para gobloger di komen ii, akan kebakaran je**ut
admin tolonglah jgn samakan perang palestina melawan zionisme dengan pemberontakan syiah kpd pemerintah islam yg sah, yg memecah belah persatuan umat islam, yg membunuhi ahlusunnah yaman, yg menyebabkan penderitaan kemiskinan dan kelaparan di yaman